Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UKSW SALATIGA

UKSW Luncurkan CSR-CMR, Tegaskan Kampus Kristen Sebagai Ruang Dialog dan Damai Antaragama

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) resmi meluncurkan Center of Excellence–Center for the Study of Religion

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Penandatanganan Implementation Agreement antara Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama dan CSR-CMR. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) resmi meluncurkan Center of Excellence–Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) dalam rangkaian International Seminar and Inauguration of CSR-CMR and INSPIRE 2026, Kamis (16/4/2026), di ruang F114 UKSW.

Peluncuran CSR-CMR ini ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement antara Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) dan CSR-CMR, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya kerja bersama membangun harmoni lintas agama.

Momen ini sekaligus menandai peluncuran International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness of Ecotheology (INSPIRE 2026) yang akan digelar di Jakarta pada 8–10 September 2026 mendatang.

Agenda ini diselenggarakan melalui kerja sama PKUB Kementerian Agama RI dan CSR-CMR.

Kepala CSR-CMR, Dr. Sumanto Al Qurtuby, menegaskan bahwa pendirian pusat ini lahir dari kesadaran bahwa hubungan antar agama tidak selalu berjalan seharmonis yang dibayangkan.

“Indonesia punya banyak agama, tetapi relasinya tidak selalu baik-baik saja. Ada ketegangan, ada konflik, ada prasangka. Karena itu center ini dibentuk untuk meminimalisir konflik dan membangun kehidupan antarumat beragama yang lebih toleran, saling menghormati, dan mampu merawat pluralitas,” ujarnya.

20260417_uksw000006667677
Keynote Address oleh Sumanto Al Qurtuby, Ph.D., dalam Peluncuran Center of Excellence–Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations, Kamis di UKSW.

Ia menambahkan, justru karena UKSW adalah universitas Kristen, maka kampus ini memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjadi jembatan dialog.

Menurutnya, identitas Kristen UKSW tidak dibangun untuk menutup diri, melainkan menghadirkan kasih, keadilan, dan keterbukaan bagi semua.

Ia juga menjelaskan bahwa lembaga ini telah menjalin kolaborasi riset dan akademik lainnya dengan berbagai institusi ternama di dalam dan di luar negeri, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Agama RI, Prince Alwaleed Bin Talal Muslim-Christian Understanding (Georgetown University, USA), dan Oxford Center for Muslim-Christian Studies (Inggris).

Merawat Harmoni

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy dalam sambutannya menegaskan bahwa pendirian CSR-CMR ini merupakan panggilan UKSW sebagai universitas Kristen untuk membela keadilan dan perdamaian.

“Hari ini, kita memulai sebuah era baru, yaitu era di mana UKSW berkomitmen tidak hanya memperjuangkan keadilan dan perdamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga berkontribusi bagi terciptanya hubungan global yang adil, damai, dan harmonis antara umat Kristen dan Muslim,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala PKUB Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, Ph.D., menyebut kolaborasi ini penting karena kerukunan tidak dapat dibangun sendirian.

“Dialog dan silaturahmi adalah kunci. Karena itu sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.

20260417_uksw7888757899999
Peserta Peluncuran Center of Excellence–Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) dari berbagai kalangan saat seminar berlangsung..

Ia menambahkan bahwa penandatanganan IA hari ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian INSPIRE 2026 yang akan membuka Call for Papers bagi para akademisi dan peneliti.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved