Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Dukung Kurangi Obat Konvensional, PASTI Batang Ajak Masyarakat Beralih ke Herbal 

Melansir laman kemenkes.go.id, Kementerian Kesehatan telah menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
PASTI Batang saat melakukan pengobatan alternatif bekam di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Melansir laman kemenkes.go.id, Kementerian Kesehatan telah menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Pemanfaatan obat tradisional tersebut sebagai upaya memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional Covid-19 yang beberapa tahun telah melanda hampir di seluruh negara.

Apalagi Indonesia sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah dan tumbuhan obat, sudah seharusnya mampu mengembangkan obat tradisional.

Dengan begitu sedikit demi sedikit dapat mengurangi ketergantungan akan obat konvensional.

Bahkan, Kemenkes telah mendorong pengembangan obat herbal lewat program saintifikasi sebab jamu diyakini bisa disandingkan dengan pengobatan medik.

Pemanfaatan obat tradisional juga harus tetap memperhatikan petunjuk penggunaanya seperti di antaranya memiliki izin edar dari BPOM, informasi yang tercantum dalam kemasan harus diperhatikan antara lain aturan pakai, tanggal kadaluarsa, peringatan/kontra indikasi, khasiat, kondisi kemasan harus dalam keadaan baik, dan bentuk fisik produk dalam keadaan baik.

Adapun beberapa contoh tanaman obat meliputi jahe merah, jahe, temulawak, kunyit, kencur, lengkuas, bawang putih, kayu manis, sereh, daun kelor, daun katuk, jambu biji, lemon, jeruk nipis, dan jinten hitam.

Para terapis tradisional yang telah tersertifikasi pun telah membentuk paguyuban, satu di antaranya di Kabupaten Batang yaitu Paseduluran Terapis Tradisional Indonesia (PASTI) Batang.

Hadirnya kumpulan terapis tradisional itu tak lain untuk menggaungkan pengobatan alternatif dan obat tradisional.

Ketua PASTI Batang, Edi Hartono mengatakan dengan berbagai terapi menjadi cara untuk mengurangi ketergantungan obat konvensional.

"Bisa dengan pengobatan alternatif seperti bekam, atau mengonsumsi herbalis misalnya detoks,"tuturnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, biasanya sebelum melakukan terapi disarankan untuk mengonsumsi detoks halnitu untuk membersihkan sisa-sisa racun yang ada di dalam tubuh melalui obat herbal.

"Biasanya Colon Cleansing dulu yang artinya pembersihan dari pencernaan usus, membersihkan pencernaan, baru habis itu diterapi lewat bekam, totok syaraf, akupuntur, akupresur dan terapi self yang berhubungan dengan hipnoterapi," terangnya.

Edi menyebut pola hidup dan pola makan bisa berpengaruh pada penyakit yang diderita, apalagi faktor makanan saat ini tidak sedikit yang mengandung pemanis, dan pengawet.

Beberapa pasien datang dengan keluhan kolesterol, asam urat, hipertensi, peregangan syaraf atau syaraf terjepit. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved