Berita Semarang
Kunker Ke Semarang, Istri Wagub Kalses Kagum Karya Batik Identix
Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Kadin Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke beberapa UMKM di Jawa Tengah.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Kadin Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke beberapa UMKM di Jawa Tengah.
Salah satu UMKM yang dikunjungi yakni Batik Identix di Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang.
Rombongan yang dipimpin oleh istri Wakil Gubernur Kalsel, Fathul Jannah Muhidin ini, ingin melihat proses membatik dan produk yang dipasarkan Batik Identix.
Selama berada di Batik Identix, Fathul Jannah memberikan sanjungan puji dengan adanya industri UMKM tersebut.
Selain berkualitas juga mampu membuka lapangan pekerjaan masyarakat sekitar.
Terutama saat pandemi Covid, para ibu rumah tangga masih bisa berkarya dari rumah dan memiliki kemandirian ekonomi.
"Alhamdulillah kita sampai di sini, selama pandemi mbak irma tadi bilang pekerjaannya selama pandemi dikasih ke rumah-rumah warga. jadi sangat bermanfaat," katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/8/2023).
Fathul Jannah juga takjub dengan perjalanan kisah sukses sang owner Batik Identix, Irma Susanti, mampu membawa produk batik hingga menembus pasar dunia alias ekspor.
"Produk Identix ini bagus, bisa sampai mancanegara, enggak kaleng-kaleng, pengusaha sukses, mba Irma ahli di bidangnya," katanya.
Ia berharap, dari hasil kunjungan kerja di Batik Identix bisa menjadi bench marking bagi pelaku usahan UMKM di Kalimantan Selatan.
"Mudah-mudahan pengrajin UMKM banjarmasin Kalsel bisa mencontoh dan ada kolaborasi anatara batik dan kain khas banjarmasin," katanya.
Kolaborasi yang tercipta juga dirasa akan sangat unik, sebab ada perbedaan yang bisa dipadankan. Di mana jika batik Jawa lebih pada tulis namun di Kalsel berupa jumputan jelujur.
"Motifnya ini yang bisa dikolaborasikan bersama, insyalaah deskranada di kalsel dan umkm banjarmasin bisa bekerjasama dengan Identiix," katanya.
Owner Batik Identix, Irma Susanti menyambut baik terbukanya kolaborasi dengan Pemprov Kalsel. Banyak hal yang bisa dikerjakan bareng untuk semakin mempopulerkan batik Nusantara.
Ia mengatakan kunjungan rombongan BKOW dan Kadin Kalsel dalam rangka melihat kearifan lokal UMKM di Jateng. Sehingga, terbuka bisnis matching mengankat potensi antar daerah.
"Bisa dari motif dan desain bisa maju bareng, bisa fashion bareng secara internasional maupun nasional, kita bergandeng tangan untuk memberdayakan khususnya di perempuan jadi dirumah bisa menghasilkan ekonomi mandiri," kata Irma yang mengepalai Kompartemen Bidang Koperasi UMKM dan Wira Usaha Kadin Jateng.
Selama ini, Irma dengan khas Identix batik kustom sudah banyak menciptakan motif dari berbagai kearifan lokal daerah di Indonesia. Salah satunya motif dari Kalsel.
"Kustomer Identix batik tulis juga banyak pesanan kustom budaya Kalimantan, jadi koborasi tak hanya di bisis dan perdagangan tapi juga jalin silaturahmi. Apalagi kalsel nanti jadi IKN. Kebetulan identix juga ada motif kalsel, terinspirasi sarung motif kalimantan, ada beberapa motif," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Kalsel Sinta Laksmi Dewi mengapresiasi Batik Identix sebagai semangat yang menginspirasi kalangan milenial enterpreneur.
Sebagai modal menciptakan peluang ekonomi sektoral.
"Identix mampu merekrut masyarakat sekitar, membuka lapangan kerja maka banyak industri rumahan ini akan mengangkat ekonomi daerah," katanya.
Selama berkunjung ia mengaku suka dengan batik tulis klasik, beberapa motif digemari seperti parang dan kawung. Motif tulis ini terkenal mahal dan sebanding dengan kualitasnya.
"Saya juga takjub juga sudah bisa ekspor, ada batik kimono ke jepang. Di kalsel meski batiknya berbeda tapi kami harapakan ada batik sebagai kain nusantara yang ada di kalsel," katanya.
Ia berharap kedepan bisa ada kerjasama sinergi antara Batik Identix dengan Pemprov Kalsel. Baik secara motif, desain dan fashion.
"Jateng ini jadi salah satu contoh umkm bagi kami, mereka punya spesialisasi sendiri daerah tertentu dan pengembangannya juga bagus, ini bisa mnjadi contoh bagi kalsel," katanya.(eyf)
Baca juga: 14 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahat Telah Terjadi, Kabupaten Jepara Siaga Hadapi El Nino
Baca juga: Penampakan SMPN 16 Semarang Baru, Dewan Soroti Pintu Kelas Sangat Tipis dan Risiko Rusak
Baca juga: Tahun ke-4 DPRD Kabupaten Pekalongan 2019-2024, 3 Fungsi Dewan Dilaksanakan dengan Baik
Baca juga: Chord dan Kunci Gitar Satu-Satu Idgitaf, Aku Sudah Tak Benci Walau Nyatanya Merugi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Identix-Batik-Kalsel.jpg)