Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Petani Kudus Dapat Bantuan 8 Sumur Pertanian Antisipasi Kemarau dan Kekeringan

Sejumlah kelompok tani di wilayah Kabupaten Kudus mendapatkan bantuan sumur pertanian yang disalurkan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
Dok Istimewa
Persiapan pembangunan sumur pertanian bantuan Kementerian Pertanian yang disalurkan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) di area persawahan Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Rabu (30/8/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah kelompok tani di wilayah Kabupaten Kudus mendapatkan bantuan sumur pertanian yang disalurkan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Bantuan diberikan dalam bentuk pembuatan sumur bor di delapan lokasi beserta pompanya.

Anggota DPR RI Komisi XI Musthofa melalui staf dan tenaga ahlinya, Mulawarman mengatakan, pembuatan sumur pertanian dilakukan di area persawahan Desa Jepang, Kecamatan Mejobo sebanyak empat lokasi, Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati sebanyak satu lokasi, dan tiga lokasi di lahan pertanian Desa Jatikulon Kecamatan Jati. 

Dia menyebut, bantuan pembuatan sumur ini diberikan untuk mengatasi kemarau dan kekeringan bagi petani Kudus. Dalam rangka memenuhi kebutuhan agar produktifitas hasil pertanian di Kota Kretek tetap terjaga.

"Bantuan ini sebagai wujud konkrit kepedulian anggota DPR RI kepada masyarakat, utamanya sektor petani yang dilanda kemarau panjang," terangnya, Rabu (30/8/2023).

Mulawarman menyebut, apa yang pihaknya lakukan adalah bagian dari upaya mendukung sektor pertanian dengan memenuhi fasilitas pengairan sawah di Kota Kretek.

Kata dia, pembuatan sumur gratis beserta pompa airnya merupakan bantuan langsung dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di desa-desa dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023. 

Menyasar para petani yang saat ini mulai kesulitan mendapatkan pasokan air. Utamanya bagi petani yang hanya mengandalkan air tadah hujan untuk mengairi tanamannya. 

"Bantuan ini diberikan atas usulan para petani sejak 2022 lalu. Baru bisa direalisasikan tahun anggaran 2023," ucapnya.

Kepala Desa Ngembal Kulon, Moh Khanafi menyampaikan, bantuan sumur beserta pompanya membantu para petani dalam mengairi lahan sawah di wilayahnya. 

Apalagi, pertanian di wilayahnya selama ini mayoritas menggunakan air tadah hujan. Sehinga petani akan kesulitan menggarap lahan ketika musim kemarau panjang melanda.

Selain itu, kata dia, hadirnya sumur pertanian mempermudah petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman. Serta menekan angka biaya operasional yang dikeluarkan karena ongkos produksi yang tinggi. 

"Dengan adanya fasilitas sumur pertanian ini bisa meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Karena kebutuhan air untuk tanaman tercukupi dengan baik," ujarnya. 

Khanafi menyebut, setiap bantuan sumur yang diberikan berkapasitas menjangkau hingga 1 hektare lahan persawahan.  

Pihaknya berharap, bantuan sumur pertanian ini bisa diberikan merata untuk menjangkau lahan produktif pertanian.

Dengan fasilitas bantuan sumur yang merata, petani Ngembal Kulon nantinya tidak hanya menanam jenis tanaman tebu saja, namun bisa juga bercocok tanam di sektor komoditas lainnya, seperti contoh palawija.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved