Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Resepsi Apat Dikerumuni Ribuan Lalat, Peternak Ayam Panen di H-4 Pernikahan

Viral ribuan lalat mengerumuni pesta pernikahan Siti Patimah alias Apat dengan Andri..."Jadi tenda sudah dipasang h-7. Pas itu ada yang panen ayam di

Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
mStar
Pengantin Malu Pernikahannya Dipenuhi Lalat, Tamu Jijik Santap Hidangan, Penyebab Terkuak: Saya Rugi 

Resepsi Apat Dikerumuni Ribuan Lalat, Peternak Ayam Panen di H-4 Pernikahan


TRIBUNJATENG.COM- Viral ribuan lalat mengerumuni pesta pernikahan Siti Patimah alias Apat dengan Andri.

Ribuan lalat itu tidak hanya hinggap di makanan, namun juga di dekorasi taman, tenda bahkan pakaian pengantin.

Siti Patimah mengatakan ribuan lalat itu datang lantaran ada seorang peternak yang sedang memanen ayam-ayamnya.

"Jadi tenda sudah dipasang h-7. Pas itu ada yang panen ayam di h-4," cerita Siti Patimah atau yang akrab disapa Apat, di acara Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Kamis (7/9/2023).

Viral Pesta Pernikahan Mendadak Didatangi Ratusan Ribu Lalat, Penyebabnya Bikin Pengantin Kesal
Viral Pesta Pernikahan Mendadak Didatangi Ratusan Ribu Lalat, Penyebabnya Bikin Pengantin Kesal (tik tok)

Lima bulan sebelum menggelar pernikahan, keluarga Apat sendiri sudah meminta izin peternak ayam.

Apat juga menggunakan lahan peternak ayam untuk menggelar resepsi.

"Lima bulan yang lalu kita izin. Soalnya kita juga ikut di lahan dia. Kita juga sewa meskipun cuma sedikit," lanjut Apat.

Peternak ayam tersebut tak lain adalah tetangga Apat sendiri.

Apat melanjutkan, peternakan tersebut sudah kosong selama 4 bulan.

Namun tiba-tiba diisi kembali dan dipanen saat hari pernikahan Apat.

"Sempat kosong sekitar 5 atau 4 bulan. Gak tau kenapa diisi lagi pas kita mau nikah. Terus dipanen ayamnya pas h-4 nikah," beber Apat.

"Dia (peternak ayam) tahu kalau sekarang jadi viral. Sampai sekarang enggak ada (datang menemui),''tandas Apat.


Sebelumnya, viral curhatan seroang pengantin yang merasa kesal lantaran pesta pernikahannya menjadi hal yang paling menjijikkan.

"Di sini kita sudah mencoba berbagai macam cara, mulai dari melakukan penyemprotan menggunakan obat pembasmi lalat hingga habis beberapa botol, tai tetap saja tidak berpengaruh karena jumlahnya yang tak terhingga, mungkin ratusan ribu jumlahnya," tulisnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved