Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mengenang 1 Tahun Iwan Boedi, Doa Bersama untuk Kuatkan Keluarga

Keluarga mendiang Iwan Boedi Prasetijo melakukan doa Misa 1 tahun di Gereja Santa Maria Fatima, Banyumanik, Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Iwan Arifianto
Keluarga mendiang Iwan Boedi Prasetijo melakukan doa Misa 1 tahun. Doa bersama dihadiri oleh komunitas lintas agama, teman SMA mendiang dari SMA Kolese De Britto Yogya, Gusdurian, dan tamu undangan lainnya, di Gereja Santa Maria Fatima, Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (8/9/2023) malam. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Keluarga mendiang Iwan Boedi Prasetijo melakukan doa Misa 1 tahun di Gereja Santa Maria Fatima, Banyumanik, Kota Semarang.

Doa bersama diselenggarakan untuk mengenang korban sekaligus menguatkan keluarga korban.

Sebab, sudah satu tahun kasus pembunuhan yang menimpa korban tak kunjung terkuak.

"Intinya mengharapkan ketenangan dan ketabahan keluarga untuk menghadapi  serta menerima masalah itu," 
ujar Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan, Sabtu (9/9/2023).Iwan Boedi adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Semarang yang menjadi korban pembunuhan.

Ia menjadi korban pembunuhan dan dikabarkan hilang pada Rabu, 24 Agustus 2022 silam.

Mayatnya ditemukan di kawasan Marina dengan kondisi tak utuh pada 8 September 2022. 

"8 september bagi keluarga adalah momen setahun karena pada tanggal itu jenazah ditemukan di Marina selepas 15 hari tak pulang ke rumah," imbuh Yas, sapaannya.

Doa bersama tersebut dihadiri oleh komunitas lintas agama, teman SMA mendiang dari SMA Kolese De Britto  Yogya, Gusdurian, aktivis, mahasiswa dan tamu undangan lainnya, Jumat (8/9/2023) malam. 

Misa dipimpin oleh Romo Florentinus Hartosubono Pr.

Yas menegaskan, keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian almarhum tetapi tidak menghendaki pengusutan kasus itu berhenti.

"Jadi kepergian diikhlaskan tetapi pengungkapan kasus tidak boleh tak terungkap," tegasnya.

Di sisi lain, pada 24 Agustus, Jaringan Lintas Agama untuk Kemanusiaan (Jalak) melakukan aksi demonstrasi untuk meminta kejelasan kasus tersebut.

"Selepas aksi demo 24 Agustus kemarin, memang ada analisis dan evaluasi dari kepolisian soal perkembangan kasus tersebut." 

"Terutama siapa sebetulnya pemilik wajah dari sketsa yang dipunyai kepolisian," ucapnya.

Menurutnya, aksi lanjutan masih akan dilakukan dalam waktu dekat seperti audiensi ke polda jateng, untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved