Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Pengakuan Kakak yang Bunuh Adik Kandung dan Buang Mayatnya di Bawah Jembatan: Sakit Hati

Pengakuan kakak kandung yang membunuh adiknya. Setelah itu ia membuang mayatnya ke bawah jembatan

Editor: muslimah
GOOGLE
Ilustrasi police line 

TRIBUNJATENG.COM - Pengakuan kakak kandung yang membunuh adiknya.

Setelah itu ia membuang mayatnya ke bawah jembatan.

Menurutnya, motif pembunuhan karena sakit hati.

Sang adik disebut seringkali melawan orangtua.

Baca juga: Tahu Masuk ATM Ga Boleh Pakai Helm tapi Malah Pukuli Satpam yang Menegur, Ini Alasan Kapolsek Komodo

Baca juga: Kecelakaan Maut Bus Tabrak Truk dan 3 Motor, 1 Orang Tewas, Berawal Terobos Palang Pintu Kereta Api

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, Riau, menangkap seorang pelaku pembunuhan berinisial ES (39).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pekanbaru Kompol Berry Juana Putra mengatakan, pelaku membunuh seorang pria yang tak lain adalah adik kandungnya, Metreka Satana (35).

Berry mengungkapkan bahwa pelaku membunuh adik kandungnya itu karena sakit hati.

"Motif pelaku sakit hati dengan adik kandungnya, karena korban katanya sering melawan kepada orangtuanya," ungkap Berry saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/9/2023).

Setelah sang adik tewas, pelaku membuang mayat korban ke bawah jembatan di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru.

"Pelaku saat kami tangkap, mengakui perbuatannya. Pelaku memukul kepala korban menggunakan batu dan mencekiknya. Setelah itu, pelaku mendorong mayat korban ke bawah jembatan," kata Berry.

Pengungkapan kasus pembunuhan ini, berawal dari penemuan mayat pria tanpa identitas di bawah jembatan di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Rabu (13/9/2023), sekitar jam 08.30 WIB.

Mayat pria tersebut ditemukan tersangkut di atas kayu yang membuat warga heboh.

Selanjutnya, polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk diotopsi.

"Dari hasil pemeriksaan medis, kami menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat dibunuh, sebab ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujar Berry.  

Tim Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap pelaku pada malam harinya sekitar 19.00 WIB.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved