Berita Kudus
Warga Colo Kudus Gelar Tradisi Budaya Guyang Cekathak, Ritual Doa Meminta Hujan
Masyarakat Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus kembali menggelar tradisi budaya 'Guyang Cekathak' di kawasan lereng Gunung Muria
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
Mereka juga turut berdoa bersama untuk meminta anugerah Allah SWT berupa air hujan setelah pemandian pelana kuda selesai.
Tradisi tersebut masih tetap terpelihara dengan baik, meski sudah berusia lebih dari 500 tahun.
Masyarakat setempat meyakini bahwa melalui tradisi tersebut, sebagai upaya untuk meminta hujan setelah dilanda kemarau panjang atau kemarau ekstrem.
"Guyang Cekathak ini tradisi yang sudah lama dijaga. Kami semua berdoa agar diberikan hujan, dengan harapan bisa membawa keberkahan bagi masyarakat," tuturnya.
Seorang warga Rohmah menyampaikan, dia sudah mengikuti tradisi Guyang Cekathak dalam beberapa tahun terakhir.
Kata dia, tradisi tersebut menjadi ciri khas warga Colo, khususnya yang tinggal di sekitar Gunung Muria sebagai tradisi tahunan. Dilakukan biasanya pada pertengahan September atau Oktober yang ada Jumat Wage.
"Ini tradisi warga sekitar Gunung Muria bersama pengurus yayasan. Tujuannya untuk minta hujan, dan ada rangkaian kegiatannya," ujar dia. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pengurus-Yayasan-Munan-Muria.jpg)