Penyaluran KUR Terealisasi Rp 175 Triliun
realisasi penyaluran KUR per 30 September 2023 sebesar Rp 175,73 triliun kepada 3,18 juta debitur.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) mencatat realisasi penyaluran KUR per 30 September 2023 sebesar Rp 175,73 triliun kepada 3,18 juta debitur.
Angka itu tercatat sekitar 59,1 persen dari target yang dipatok pemerintah sepanjang tahun ini mencapai Rp 297 triliun.
Rinciannya berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), realisasi untuk usaha kecil sebesar Rp 63 triliun kepada 257.032 debitur. Kemudian, realisasi untuk usaha mikro Rp 108 triliun kepada 2,48 juta debitur.
Selain itu, realisasi ke usaha super mikro sebesar Rp 4 triliun kepada 446.963 debitur, dan KUR penempatan PMI adalah Rp 17 triliun.
"Jadi totalnya baru Rp 175 triliun yang kami salurkan," kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop-UKM, Yulius, dalam konferensi pers bersama Ombudsman RI, di Jakarta, Senin (2/10).
Menurut dia, data SIKP per 29 September 2023 menunjukkan Jawa Barat menjadi wilayah yang paling banyak mengakses KUR, dengan realisasi penyalurannya per 29 September 2023 sebesar Rp 19,82 triliun.
Lalu, diikuti Sulawesi Selatan yang realiasinya sebesar Rp 9,98 triliun, Bali sebesar Rp 6,07 triliun, Kalimantan Selatan Rp 3,6 triliun, dan Papua Rp 1,52 triliun. Daerah dengan realisasi KUR terendah adalah Sumatera Utara, yaitu sebesar Rp 1,26 triliun.
Yulius menuturkan, berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023, suku bunga/marjin KUR sebesar 6 persen. Sebab, tambahan subsidi bunga/margin KUR sebesar 3 persen tidak dilanjutkan.
"Jadi kebijakan KUR kembali ke masa sebelum pandemi covid-19, dengan target penyaluran KUR sektor produksi sebesar 60 persen," ucapnya. (Tribunnews/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kur_20160510_142838.jpg)