Berita Semarang
CSR RS Panti Wilasa Mampu Melunasi Tunggakan Iuran 70 Peserta JKN
RS Panti Wilasa Semarang melunasi tunggakan iuran 70 peserta JKN senilai Rp20 juta melalui CSR.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah Sakit (RS) Panti Wilasa dr. Cipto Semarang menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola setiap tahunnya untuk mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dana tersebut akan digunakan dalam kegiatan Bersama Menyelesaikan Beban Masyarakat Dalam Peningkatan Akses dan Mutu Layanan atau Selpi Program.
Melalui program ini, Rumah Sakit Panti Wilasa dr. Cipto melunasi tunggakan iuran sebanyak 70 Peserta JKN dengan total iuran senilai 20,3 juta yang dimiliki warga Kelurahan Bugangan, Mlatiharjo dan Tanjungmas.
Acara bertajuk Selpi Program: Bersama Menyelesaikan Beban Masyarakat dalam Peningkatan Akses dan Mutu Layanan di Aula Gloria, RS Panti Wilasa dr. Cipto Kota Semarang pada Rabu (4/10/2023).
Adapun pihak-pihak yang dilunasi iurannya tersebut sebelumnya terdaftar pada segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3.
Disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar menyebut penyaluran CSR perusahaan ke dalam Program JKN ini, dapat menyalurkan efek domino yang sangat baik.
Ekosistem penyelenggaraan program JKN ini tentu bukan hanya tanggung jawab pribadi, maupun pemerintah daerah dan pusat saja.
Apalagi dampak positif dari CSR ini dapat dirasakan secara langsung oleh penerima manfaat program ini.
“Kepedulian berbagai pihak dalam keberlangsungan Program JKN ini, salah satunya melalui CSR bagi masyarakat ekonomi lemah diharapkan dapat membantu meringankan beban penunggak, sehingga selanjutnya mereka dapat mendapatkan layanan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, secara simbolis kartu JKN tersebut diserahkan langsung oleh Andi perwakilan warga yang disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. Abdul Hakam, Sp.PD.,
BPJS Kesehatan Cabang Semarang turut mengajak pihak-pihak lainnya untuk berkontribusi dalam program ini.
Andi menegaskan, selain hadirnya Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi komitmen pemerintah daerah.
"Hadirnya program Donasi JKN turut membuktikan hadirnya badan usaha dalam Program JKN ini dapat membantu masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan finansial untuk tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam menyatakan, pihaknya mengapresiasi program ini sekaligus berharap dukungan dari rumah sakit lain untuk melakukan upaya serupa.
"Program ini luar biasa, dan kami akan sosialisasikan bersama BPJS Kesehatan pada seluruh rumah sakit yang ada di Kota Semarang," jelasnya.
Dia menambahkan, manfaat sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak hanya diperoleh pada saat sakit.
Warga bisa memanfaatkannya pada saat kondisi sehat dengan melakukan screening di fasilitas kesehatan pratama/puskesmas.
Senin Besok, Sekolah di Semarang Tetap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka |
![]() |
---|
Tampil Beda, Perayaan HUT Kemerdekaan di Krapyak Semarang Diwarnai Penyalaan 80 Obor dan Tradisi |
![]() |
---|
Omzet Turun 50 Persen, Keluh Pedagang CDF Terimbas Demo Rusuh di Jalan Pahlawan Semarang |
![]() |
---|
KKN-T UPGRIS Siap Terjun ke Masyarakat Desa Pagersari |
![]() |
---|
Sempat Lepaskan 56 Demonstran, Polda Jateng Kembali Tangkap 40 Orang Massa Aksi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.