Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Pasutri Lansia Ini Terusir dari Rumah dan Nyaris Diamuk Massa Karena Diduga Jadi Dukun Santet

Pasangan suami istri warga lanjut usia (lansia) harus terusir dari rumahnya di Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Tayang:
Editor: Muhammad Olies
HO/Tribunpalu.com
Aparat kepolisian membantu proses evakuasi pasangan suami istri di Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang dituduh menjadi dukun santet. 

TRIBUNJATENG.COM - Pasangan suami istri warga lanjut usia (lansia) harus terusir dari rumahnya di Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Bahkan keduanya juga nyaris menjadi sasaran amuk massa.

Pemicunya pasutri lansia ini dituduh menjadi dukun santet.

Kepala Desa Louk, Susanto Saini, menyatakan, pihaknya telah berusaha memediasi masalah ini sebelum pasangan suami istri tersebut dievakuasi ke tempat aman.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya harus berusaha keras meredam emosi warga agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Baca juga: Tipu-tipu Dukun di Langkat Ini Janji Bisa Gandakan Uang, Ritual Pakai Lidah Trenggiling dan Sajadah

Baca juga: Nasib Apes Janda Niat Cari Solusi Masalah Keuangan, Justru Ditipu Dukun Rp 80 Juta

Baca juga: Datang Berobat Ingin Punya Anak, Wanita Ini Jadi Korban Dukun Cabul, 20 Kali Disetubuhi hingga Hamil

"Banyak warga yang datang. Kami harus menenangkan mereka. Di sisi lain, kami memediasi masalah ini agar tidak meluas," kata Susanto dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/10/2023   ).

Ia mengaku mediasi antara Pemerintah Desa Louk, aparat TNI-Polri memutuskan agar pasangan suami istri tersebut harus dievakuasi sementara waktu agar tidak terjadi sesuatu kepada mereka.

Mereka dievakuasi ke Kota Luwuk, di rumah keluarga mereka," kata Susanto.

Sebelumnya, pada Selasa (3/10/   ), polisi bersama perangkat desa bergerak cepat untuk meredam emosi warga dengan mengevakuasi pasangan suami istri yang dituduh melakukan santet.

"Agar tidak semakin meluas maka kami evakuasi Pasutri tersebut ke keluarganya di Kota Luwuk" kata Plh. Kapolsek Luwuk Kompol Z. Ginoga, Rabu (4/10/2023).

Kata dia, evakuasi ini berdasarkan hasil keputusan warga, yang tidak menginginkan lagi pasutri tersebut tinggal di Desa Louk.

Sebelumnya ada warga di Desa Louk yang sakit dan kerasukan, tiba-tiba dikaitkan adanya rumor santet yang berujung dengan pengusiran pasutri dari Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur.

“Warga yang kerasukan itu menyebut nama pasutri itu. Sehingga hal ini membuat keluarganya dan warga sekitar merasa keberatan,” ungkap Kompol Ginoga.

Polisi bersama dengan tiga pilar sudah turun untuk memediasi masalah ini dan mencari akar permasalahannya.

Namun warga tetap tak bisa menerima hingga akhirnya berujung pada pengusiran Pasutri tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved