Berita Solo
Sukseskan Program Puspaga, Pemkot Surakarta Mulai Sosialisasi ke Sekolah Menengah Pertama
Pemerintah Kota Surakarta menjalankan program Pusat Pengembangan Keluarga (Puspaga) yang bertema kesehatan mental.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta menjalankan program Pusat Pengembangan Keluarga (Puspaga).
Dalam program ini bertemakan Kesehatan Mental.
Puspaga sendiri adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta.
Baca juga: UPNS Konseling dan PPKS USM Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental dan Perilaku Seksual Mahasiswa
Hal ini sebagai wujud kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui sejumlah program.
Program itu diantaranya program pendidikan atau pengasuhan, keterampilan menjadi orangtua.
Keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga.
Menyukseskan program Puspaga ini, Wakil Walikota Surakarta, Teguh Prakosa mengunjungi ke beberapa SMP di Surakarta.
Ya, program ini menyasar para pelajar di Solo.
Sejumlah sekolah telah mengikuti kegiatan ini, hari ini roadshow diselenggarakan di SMPN 21 Surakarta, Kamis (26/10/2023).
Teguh Prakosa memulai kegiatan tersebut dengan melakukan interaksi kepada siswa-siswi dengan merapikan barisan sebelum memberikan arahan pada kegiatan tersebut.
Dalam interaksinya, Teguh menanamkan kepada murid-murid agar tidak malu untuk menyebutkan pekerjaan orang tua mereka.
Ia menanamkan apapun pekerjaan yang dimiliki orangtua untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kalau ditanya pekerjaan orang tua kenapa pasti ada saja yang malu-malu, kalian gak perlu malu apapun pekerjaan orang tua kalian. Wong itu juga buat makan kamu kok, buat sekolah kamu," katanya.
Pada kesempatan itu, Teguh berpesan pesan kepada murid-murid agar selama menempuh pendidikan tidak hanya belajar ilmu pengetahuan tetapi juga budaya.
Baca juga: 3 Kasus Percobaan Bunuh Diri di Semarang Terjadi Saat Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia
"Bersekolah di SMPN 21, itu bukan hanya belajar ilmu pengetahuan tetapi juga belajar budaya. Ilmu pengetahuan memang diperlukan tetapi budaya ini menjadi modal untuk kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Pada kegiatan tersebut Wakil Walikota juga memberikan sejumlah hadiah berupa tas sekolah kepada beberapa murid yang berani maju dan menampilkan sesuatu.
Ada murid yang berani maju dan menyanyikan tembang dalam bahasa jawa, ada pula yang maju menjelaskan rutinitasnya dari bangun tidur sampai ia ke sekolah menggunakan bahasa jawa krama. (uti)
Inilah Sosok Pengganti FX Hadi Rudyatmo Komandoi PDIP Solo, Pernah Jadi Wakil Gibran Rakabuming |
![]() |
---|
Bela Pemilik Kafe Tersandung Hak Siar, Respati Ardi Janji Beri Advokasi Jika Ada Ketidakadilan Hukum |
![]() |
---|
Aliansi Musisi Solo Geruduk DPRD, Desak Pembubaran LMKN dan Revisi Aturan Royalti Musik |
![]() |
---|
DPRD Kota Solo Shobarin Syakur Angkat Suara Soal Pengawasan Peredaran Miras |
![]() |
---|
Gantikan Bambang Pacul di DPD PDIP Jateng, Rudy Mengaku Tak Menyangka dengan Perintah Bu Mega |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.