Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Begini Prosesi Resik-Resik Candi Gedong Songo Kabupaten Semarang, Harap Jadi Daya Tarik Wisatawan

emerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menggelar Festival Gedong Songo di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (27/10/2023) sore.

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
RESIK-RESIK - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama warga melakukan ritual resik-resik (bersih-bersih) Candi Gedong I di kawasan Candi Gedong Songo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (27/10/2023) sore. Ngesti menyiramkan air dengan mengelilingi pelataran candi tersebut mengikuti warga yang menyapu. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menggelar Festival Gedong Songo di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (27/10/2023) sore.

Dalam acara tersebut, terdapat satu di antara acara sakral yakni jamasan dan resik-resik (bersih-bersih) Candi Gedong I di kawasan Candi Gedong Songo.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha juga turut melakukan proses resik-resik dengan menyiramkan air dari kendi sambil mengelilingi bangunan Candi Gedong I.

Baca juga: BREAKING NEWS: Hutan di Gunung Ungaran Terbakar Malam Ini, Lokasi Dekat Candi Gedong Songo

Di depan Ngesti, terdapat beberapa warga yang juga mengelilingi bangunan candi sambil menyapu menggunakan sapi lidi.

Acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang itu sendiri diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Selain wisata dan edukasi sejarah, pengunjung juga bisa mendapatkan wawasan mengenai tradisi dan adat resik-resik itu.

“Dengan acara ini, seni budaya akan terus kita lestarikan dan menguri-uri tradisi yang ada di sini agar bisa tetap dilaksanakan setiap tahunnya," kata orang nomor wahid di Kabupaten Semarang tersebut kepada Tribunjateng.com.

Seorang juru pelestari Candi Gedong Songo, Ngatno, mengatakan bahwa resik-resik candi merupakan rutinitas dengan tujuan memelihara dan melestarikan candi sebagai bangunan cagar budaya.

Prosesi pembersihan juga dilakukan secara spritiual.

Ngatno menerangkan, air yang digunakan berasal dari tiga titik mata air, yaitu Sumber Wening, Tenggeng dan Tuk Pethuk.

“Tiga mata air mengandung makna bahwa dengan didasari hati yang bersih, suci dan keikhlasan, setelah kita bentengi dan aling-alingi dengan doa, dengan spiritual dan sebagainya, harapannya Kabupaten Semarang ayem tentrem, tirto raharjo,” kata Ngatno.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Candi Gedong Songo 2023 sekaligus Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati mengatakan bahwa tujuan lain acara itu untuk meningkatkan potensi wisata unggulan di Kabupaten Semarang.

Sehingga, selain tradisi dan adat, kegiatan itu juga bisa menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung.

Tak lupa juga, edukasi seperti menjaga kelestarian alam juga perlu dilakukan lantaran situasi lingkungan Candi Gedong Songo sendiri masih asri dengan kawasan pegunungan dan hutan di sekitarnya.

Ditambah lagi, wilayah dengan dataran tinggi di sana membuat udara terasa sejuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved