Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hasil Penelitian Dosen Unnes: Kulit Rambutan Mampu Perbaiki Kerusakan Paru-paru Akibat Rokok

Dosen FMIPA Unnes Prof. Dr. Lisdiana, M.Si. meneliti khasiat kulit rambutan mampu memperbaiki kerusakan paru-paru akibat paparan rokok dan vape.

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Dosen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Lisdiana, M.Si., dan Rektor Unnes, Prof. Dr. S Martono, M.Si., saat pengukuhan guru besar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kerusakan organ yang disebabkan oleh rokok menjadi perhatian dosen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Lisdiana, M.Si.

Sebagai ahli yang bertahun-tahun menekuni anatomi fisiologi, ia meneliti kerusakan paru yang disebabkan oleh rokok dan vape.

Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Prof. Lis mengungkapkan bahwa rokok dan vape diketahui memiliki efek tidak langsung yang terhadap paru.

Dalam satu kali hisapan rokok terdapat sekitar seratus triliun molekul radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Radikal bebas dalam rokok dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan menyebabkan stres oksidatif yang berpotensi merusak sel.

“Memang pengaruh rokok berlangsung secara perlahan, dalam tempo yang relatif lama, tidak langsung dan tidak nampak secara nyata,” katanya berdasarkan rilis yang diterima Tribun Jateng pada Senin (30/10/2023).

Salah satu zat yang ditemukan dalam rokok kretek adalah eugenol.

Zat ini merupakan bahan anestetik yang digunakan oleh dokter gigi.

Apabila eugenol dikonsumsi maka akan timbul efek anestesi pada pengguna rokok kretek.

Eugenol juga memiliki efek antikonvulsan, penghambat transmisi neural dan peradangan.

Meskipun dianggap lebih sehat, zat kimia juga banyak ditemukan dalam vape.

“Dalam penelitian lebih lanjut tentang vape yang diprakarsai oleh FDA di Amerika pada tahun 2009 dilaporkan bahwa vape mengandung tobacco specific nitrosamines (TSNA) yang bersifat toksik,” kata Prof Lis.

Vape juga mengandung gas polutan hasil pembakaran larutan yang telah menjadi uap atau asap.

Gas polutan dalam vape tidak sebanyak seperti dalam gas polutan rokok konvensional.

Salah satu gas polutan hasil pembakaran cairan vape adalah karbon monoksida (CO).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved