Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Oknum Guru SDN di Pekalongan Tipu Warga Hingga Ratusan Juta, Ini Modusnya

YP oknum guru di SDN 2 Lumeneng Kecamatan Paninggaran, diduga menipu warga hingga senilai ratusan juta rupiah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Muhammad Olies
Ist
Korban penipuan oknum guru di Kabupaten Pekalongan mengadu ke Dindikbud Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - YP oknum guru di SDN 2 Lumeneng Kecamatan Paninggaran, diduga melakukan penipuan kepada warga hingga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Adapun modus pelaku yaitu membeli 7 hewan korban sapi milik petani sekitar. 

Korban penipuan, Nurdin mengatakan, peristiwa itu terjadi jelang Idul Adha 2023 lalu. Saat itu, YP membeli 7 hewan kurban dari petani sekitar.

"Setahu saya korban lebih dari satu. Jadi YP ini beli sapi untuk disalurkan pada Idul Adha. Akan tetapi, setelah sapi dibawa, ternyata uang tidak kunjung diberikan hingga para korban menagih ke rumahnya berada di Desa Kaliombo, Kecamatan Paninggaran berulang kali hanya dijanjikan uang akan diberikan," kata Nurdin, Senin (30/10/2023).

Baca juga: Baru Sehari Menjabat, No WA dan Foto PJ Bupati Banyumas dan Istri Sudah Dicatut untuk Modus Penipuan

Baca juga: Oknum Guru SMP di Pangandaran Terancam 20 Tahun Penjara, Jual 26 Komputer Sekolah Karena Judi Slot

Baca juga: Siswi SMP Ini Keluar Perpus Sambil Nangis, Teman-temannya Langsung Paham, Oknum Guru Ditangkap 

Bahkan, karena uang tidak diberikan para korban meminta kepastian dan YP membuat surat pernyataan dengan memberikan batas waktu.

pernyataan yang dibuat
Surat pernyataan yang dibuat oknum guru di SDN 2 Lumeneng Kecamatan Paninggaran, Pekalongan

Namun, apabila tidak ditepati maka rumah orang tua yang menjadi jaminan akan diserahkan kepada para korban. 

"Yogi sudah tanda tangan diatas materai, namun tetap saja tidak menepati janji. Karena rumah yang menjadi jaminan adalah milik orang tua, kita tidak bisa berbuat apa."

"Oleh sebab itu saya bersama korban lainnya sengaja mengadu ke Dinas Pendidikan," ucapnya.

Tidak hanya itu, jika semua hutang tidak dibayar dan tidak dikembalikan para korban melaporkan ke Polres Pekalongan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid kepada Tribunjateng.com, membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengetahui adanya permasalahan oknum guru tersebut.

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk segera diselesaikan."

"Prinsip kami berusaha, agar masalah ini selesai dan kami undang kedua belah pihak," katanya.

Terpisah, Kepala SDN 2 Lumeneng, Arson mengatakan, bahwa  masalah pribadi yang bersangkutan saat ini masih dalam proses penyelesaian. 

"Saya sudah menekankan agar masalah tersebut diselesaikan dengan cepat dan baik, sehingga tidak membawa citra buruk pendidikan di Kabupaten Pekalongan," ucapnya. (Dro)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved