Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

guru berkarya

Picture and Picture Meningkatkan Pembelajaran PPKn

Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki tujuan umum untuk mengoptimalkan potensi individu

Tayang:
Editor: Editor Bisnis
IST
Mei setianingrum, S.Pd.SD., SDN Waru Kidul Kec.Wiradesa Kab. Pekalongan 

Oleh: Mei setianingrum, S.Pd.SD., SDN Waru Kidul Kec.Wiradesa Kab. Pekalongan

Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki tujuan umum untuk mengoptimalkan potensi individu sebagai warga negara Indonesia termasuk peserta didik di sekolah. Hal ini bertujuan memberikan bekal kepada peserta didik agar memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memadai sebagai warga negara yang dapat berpartisipasi dengan cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam proses pembelajarannya, PPKn mengikuti kurikulum yang berlaku, yang merupakan landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum menjadi pedoman dan rencana komprehensif yang mencakup tujuan, materi pelajaran, serta model yang diperlukan sebagai panduan dalam pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Hasil observasi pada mata pelajaran PKn di kelas enam SDN Waru Kidul Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan menunjukkan bahwa masih ada sejumlah peserta didik yang belum memahami materi mengenai Nilai-nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila dan mendapatkan hasil belajar yang kurang memuaskan.  Peserta didik yang telah menguasai materi hanya mencapai 37 persen dari total 24 orang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa dalam proses pembelajaran, guru masih menerapkan pendekatan berpusat pada guru (teacher-centred) dan lebih sering menggunakan model pengajaran konvensional seperti memberikan ceramah tanpa memanfaatkan media atau alat bantu yang tepat. Selain itu, guru terkadang kurang memperhatikan tingkat pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dari sisi peserta didik, sebagian besar dari mereka kurang tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru, dan ada beberapa yang lebih suka bermain sendiri daripada mendengarkan penjelasan guru. Situasi ini menyebabkan kelas sulit untuk diatur. Jadi, rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi Nilai-nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila menjadi penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik.

Guru sudah seharusnya memberikan solusi dari permasalahan yang muncul diantaranya dengan memperbaiki pembelajaran supaya peserta didik dapat menguasai materi. Salah satunya penggunaan model yang tepat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Salah satu model yang dapat diterapkan adalah picture and picture. Taniredja (2013: 55) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif picture and picture merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan pada peserta didik untuk bekerja sama dengan sesama peserta didik dalam tugas-tugas yang berstruktur, berkelompok, sehingga terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdependensi efektif di antara anggota kelompok. Pada model pembalajaran picture and picture ini memliki ciri peserta didik lebih aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Dalam menarapkan model ini, guru perlu mempersiapkan gambar-gambar  yang tersusun acak dan nantinya di susun peserta didik agar dapat tersusun secara berurutan. Dengan adanya kegiatan penyusunan gambar tersebut guru dapat mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami konsep materi dan melatih berpikir logis dan sistematis, sehingga peserta didik sendiri dapat menemukan konsep materi sendiri dengan cara mengamati gambar.

Langkah-langkah yang telah diterapkan guru kelas enam di SDN Waru Kidul Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model picture and picture adalah pertama, guru mrnyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ingin dicapai secara sederhana. Guru memberikan materi pengantar sebelum kegiatan dimulai. Kedua, guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan  berkaitan dengan materi. Ketiga, guru menunjuk peserta didik secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang telah dipersiapkan. Pada langkah keempat, guru memberikan pertanyaan mengenai alasan peserta didik dalam menentukan urutan gambar dan guru mengembangkan materi dengan menanamkan konsep materi yang sesuai. Kelima, guru menyampaikan kesimpulan materi.

Proses pembelajaran dengan menerapkan model yang tepat sesuai dengan materi yang diajarkan sangat berdampak baik bagi peserta didik, termasuk penggunaan model pembelajaran picture and picture. Setiap peserta didik dengan karakteristik yang berbeda-beda dapat mengmabngkan diri sesuai pola pikirnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved