Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

UKSW Salatiga Punya Doktor Baru, Dosen FEB Tutuk Ari Arsanti Jadi Doktor Manajemen

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menambah daftar doktor baru melalui kelulusan Tutuk Ari A

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Muhammad Olies
Ist/ Dok UKSW
Tutuk Ari Arsanti meraih gelar doktornya dalam Yudisium Program Studi (Prodi) Doktor Manajemen (DM) FEB  di Ruang Probowinoto Gedung G UKSW, Kota Salatiga, Senin (20/11/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menambah daftar doktor baru melalui kelulusan Tutuk Ari Arsanti.

Tutuk merupakan Dosen sekaligus Kepala Departemen Manajemen FEB.

Gelar doktor tersebut resmi disandangnya setelah melalui gelaran Yudisium Program Studi (Prodi) Doktor Manajemen (DM) FEB  di Ruang Probowinoto Gedung G UKSW, Kota Salatiga, Senin (20/11/2023).

Tidak hanya menambah jumlah dosen yang bergelar doktor di FEB, Tutuk Ari Arsanti juga menambah deretan mahasiswa yang menerima kelulusan di Prodi DM FEB UKSW.

Dosen kelahiran kota Salatiga tersebut menjadi lulusan ke-66.

Tema yang diangkat dalam disertasinya adalah “Peran MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia-red) dalam Open Innovation. Bagaimana Cara Kerjanya?”.

Penelitian tersebut dipromotori oleh Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dengan Ko-promotor Professor Human Resource Management, University of Twente, Netherlands, Tanya Bondarouk.

Dalam gelaran yudisium tersebut, Tutuk Ari Arsanti memaparkan hasil penelitiannya di hadapan para penguji.

Hadir sebagai penguji yaitu Lieli Suharti, M.M., Ph.D., dan Prof. Ir. Daniel H.F. Manongga, M.Sc., Ph.D. Dekan FEB Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., bertindak sebagai pemimpin jalannya sidang yudisium.

Baca juga: FPB UKSW Resmi Launching Science Techno Park Pertama di Salatiga

Baca juga: 1.600 Mahasiswa UKSW Padati Balairung Kampus, Dapat Wawasan Baru Survival Leadership

Baca juga: DITA UKSW Adakan Workshop Workload Analysis, Bekali Tenaga Kependidikan Menghitung Beban Kerja

Bangun Kemampuan Inovasi

Menurut Tutuk, open innovation (OI) merupakan alternatif yang menarik di tengah keterbatasan sumber daya pengetahuan dan keahlian internal organisasi dalam berinovasi.

“Open innovation adalah bentuk pemanfaatan sumber daya pengetahuan dan keahlian yang berasal dari eksternal organisasi dalam berinovasi,” kata dia.

Meski disadari pendekatan tersebut memiliki potensi untuk mendistorsi MSDM sampai batas tertentu, Turuk menjelaskan bahwa perhatian saat ini mulai diarahkan pada bagaimana mengintegrasikan MSDM dan OI untuk membangun kemampuan inovasi internal yang lebih baik.

Dosen kelahiran 45 tahun silam tersebut mengambil konteks penelitian collaborative innovation (CI) sebagai bentuk spesifik dari OI. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tipologi peran MSDM dalam berbagai fase CI, yaitu Pre-Collaboration Phase, Ongoing Collaboration Interaction Phase, dan Post-Collaboration Phase.

Berdasarkan disertasinya, sejumlah temuan yang menjadi hasil penelitiannya yaitu peran MSDM dalam menemukan tim yang tepat, mengelola knowledge flow dalam OI, menguatkan kemampuan inovasi perusahaan melalui OI, serta peran MSDM dalam OI.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved