Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

BEM Unsoed Minta Gelar Profesor Kehormatan Pius Lustrilanang Dicabut: Dari Awal Kami Sudah Heran

Dua bulan lalu mendapat gelar profesor kehormatan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) , Pius Lstrilanang kini diduga terlibat korupsi

Editor: muslimah
FADLAN MUKHTAR ZAIN
Orasi ilmiah Prof (HC) Dr Pius Lustrilanang di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (8/9/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dua bulan lalu mendapat gelar profesor kehormatan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) , Pius Lstrilanang kini diduga terlibat korupsi.

Karena itulah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed mempertanyakan pemberian gelar tersebut.

Pihak BEM juga minta agar kampus tidak seolah mengobral pemberian gelar.

Baca juga: SOSOK Pius Lustrilanang, Eks Anggota DPR, Kini Pimpinan BPK yang Ruang Kerjanya Disegel KPK

Baca juga: Tengah Disorot karena akan Dilepaskan, Ini Dia Nyamuk Wolbachia yang Dinilai Mampu Basmi DBD 

Pius kini menjadi sorotan publik setelah ruang kerjanya disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penanganan operasi tangkap tangan (OTT) di Sorong, Papua Barat Daya.

BEM Unsoed mempertanyakan pemberian gelar kepada Pius melalui akun Instagram @bem_unsoed dengan judul "Obral Gelar Guru Besar Hancurkan Peradaban Pendidikan".

Presiden BEM Unsoed Bagus Hadikusuma mengatakan, unggahan itu sebagai bentuk kekecewaan BEM terhadap kampus yang terkesan mengobral pemberian gelar guru besar.

"Kami dari awal saja sudah heran, karena usut punya usut kronologis pemberian gelar kehormatan jadi pemberian yang sifatnya obralan," kata Bagus kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (21/11/2023).

Menurut Bagus, penyegelan ruang kerja Pius menjadi indikasi kuat bahwa anggota VI BPK itu terlibat dalam perkara korupsi yang sedang ditangani KPK.

"Ada sinyal bahwa Pius bisa terjerat atau ikut dalam pusaran korupsi. Dan Unsoed dengan tenang beberapa bulan lalu memberikan gelar kehormatan, padahal tidak pantas diberikan," ujar Bagus.

Bagus menilai, pemberian gelar profesor kehormatan itu juga tidak pantas.

Pasalnya, Pius tidak ada sumbangsih nyata terhadap dunia pendidikan maupun masyarakat.

"Pius dinobatkan gelar kehormatan karena peduli terhadap kehidupan pedesaan. Mana? Dampaknya tidak ada. Itu cuman klaim normatif saja yang diberikan Unsoed kepada Pius," kata Bagus.

Untuk itu, Bagus meminta Unsoed mencabut gelar tersebut.

"Keinginan kami gelar kehormatannya dicabut. Ada mekanisme pencabutan gelar kehormatan bilamana memang sosok figur tersebut mencoreng tradisi, nilai-nilai dan budaya keilmiahan atau pendidikan salah satunya adalah korupsi," ujar Bagus.

Selain itu, ke depan Unsoed juga diminta lebih selektif dalam memberikan gelar kehormatan kepada para tokoh atau pejabat publik.

Diberitakan sebelumnya, BPK Pius Lustrilanang dikukuhkan menjadi profesor kehormatan Unsoed.

Pengukuhan guru besar ilmu manajemen pemerintahan daerah ini dilakukan dalam sidang tebuka senat di Graha Widyatama Prof Dr Rubijanto Misman, Unsoed, Jumat (8/9/2023). (Kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved