Berita Semarang
Ekonom Undip Ingatkan Gubernur, Angkutan Penumpang Turut Sumbang Inflasi di Jateng
Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Nugroho SBM, M.Si menilai wajar jika taksi online menjadi satu di antara penyebab inflasi di J
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Nugroho SBM, M.Si menilai wajar jika taksi online menjadi satu di antara penyebab inflasi di Jawa Tengah.
Menurut Nugroho, sebab saat ini penggunaan taksi online oleh masyarakat sudah semakin masif.
"Ya, betul sekarang orang lebih nyaman pakai transportasi online daripada pakai kendaraan pribadi. Sehingga wajar sebagai salah satu sebab inflasi," ujar Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB Undip Semarang itu Rabu (22/11/2023) sebagaimana keterangan tertulisnya pada Tribunjateng.com.
Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebut inflasi gabungan enam kota di Jawa Tengah sebesar 0,41 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 115,59. Dari enam kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta dan Kota Semarang masing-masing sebesar 0,42 persen dengan IHK masing-masing sebesar 117,57 dan 115,00. Diikuti Kota Tegal dan Kota Cilacap masing-masing inflasi sebesar 0,41 persen dengan IHK masing-masing sebesar 117,32 dan 115,65.
Inflasi terendah terjadi Purwokerto dan Kudus masing-masing sebesar 0,39 persen dengan IHK masing-masing sebesar 116,20 dan 115,42.
Berdasar data BPS Jateng, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya semua indeks kelompok pengeluaran, salah satunya kelompok transportasi. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,38 pada Agustus 2023 menjadi 122,66 pada September 2023.
Tiga subkelompok transportasi yang mengalami inflasi, yaitu jasa angkutan penumpang sebesar 2,71 persen; pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 1,08 persen; dan pembelian kendaraan sebesar 0,04 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: bensin sebesar 0,08 persen; angkutan udara sebesar 0,05 persen; dan tarif kendaraan roda empat online atau taksi online sebesar 0,01 persen.
Maka, imbuh Nugroho, kedepan pemerintah daerah (Pemda) harus lebih bijak jika ingin menerapkan besaran tarif angkutan penumpang, khususnya tarif taksi online.
"Juga mengawasi implementasinya oleh semua aplikator untuk meminimalisasi dampak inflasi di Jawa tengah," katanya.(*)
Kericuhan di Depan Polda Jateng Kembali Pecah Dini Hari Ini, Polisi Bubarkan Pakai Gas Air Mata |
![]() |
---|
Dari TK hingga SMP, Anak-Anak Semarang Diajak Cinta Membaca |
![]() |
---|
Belum Kondusif, Doa Bersama Ojol untuk Affan di Semarang Terpaksa Batal |
![]() |
---|
Menolak Pulang! Ratusan Demonstran Bertahan di Gerbang Mapolda Jateng Meski Dihujani Gas Air Mata |
![]() |
---|
Sosok Ervina Demonstran Wanita Yang Disoraki Polisi Ternyata Seorang Barista |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.