Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mata Lokal Memilih

Respons Singkat Gibran Tanggapi Kritik Anies Baswedan Soal IKN

Anak Presiden Jokowi yang juga calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memberikan respons singkat terhadap kritikan Anies Baswedan.

Editor: rival al manaf
Tribunnews.com/Rahmat W Nugraha
Calon wakil presiden (cawapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM), Gibran Rakabuming Raka bersama istri, Selvi Ananda, menghadiri silaturahmi organisasi Nasional Desa Bersatu di Arena GBK Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2023). 

TRIBUNJATENG.COM - Anak Presiden Jokowi yang juga calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memberikan respons singkat terhadap kritikan Anies Baswedan.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menimbulkan ketimpangan baru ini dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan.

Namun ternyata enggan menanggapi soal proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menimbulkan ketimpangan baru.

"Enggak usah ditanggapi," kata Gibran dengan buru-buru saat ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/11/2023).

Baca juga: Ribuan Orang Tumpah Ruah, Habib Syech, Zulhas dan Gibran Gelar Doa Serta Sholawat Untuk Palestina

Baca juga: Prabowo, Mahfud MD, Cak Imin dan Gibran Wajib Cuti Saat Kampanye, Jokowi Terbitkan PP

Putra sulung Presiden Jokowi mengatakan, akan menerima semua masukan terkait tahapan pembangunan IKN ke depan.

Diketahui, pasangan Prabowo Subianto-Gibran berkomitmen untuk melanjutkan tahapan pembangunan IKN yang telah dimulai era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Monggo semua masukan kami terima," ungkap dia.

Suami Selvi Ananda tampak buru-buru saat ditanyai soal komitmen paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud yang juga akan melanjutkan pembangunan IKN jika terpilih di Pilpres.

"Bentar ya, aku kesusu (buru-buru). Nanti-nanti lagi," ucap Gibran.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menimbulkan ketimpangan baru ini dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan Anies dalam acara Dailog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2023) yang disiarkan melalui TV Muhammadiyah. 

Awalnya, panelis yang merupakan peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Professor Siti Zuhro mempertanyakan apakah pembangunan IKN prospektif untuk Indonesia di masa depan.

Anies mengatakan, alasan pemerintah saat ini membangun IKN sebagai upaya pemerataan tidak tepat.

"Kalau mau memeratakan Indonesia, maka bangun kota kecil menjadi menengah, kota menengah menjadi besar di seluruh Indonesia," ucap dia.

"Bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan, karena membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru," ujar Anies.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved