Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Boyolali

Warga Boyolali Temukan Pancuran Air Kuno saat Gali Septic Tank

Warga bernama Suratman menemukan benda diduga cagar budaya saat menggali penampungan air limbah atau septic tank rumah toko (ruko).

Tayang:
Dok Perkumpulan Pemerhati Budaya dan Cagar Budaya Boyolali
Dwalajara, benda diduga cagar budaya ditemukan warga saat menggali penampungan air limbah atau saptic tank rumah toko (ruko) di Dukuh Plumutan, Desa Salakan, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Warga bernama Suratman menemukan benda diduga cagar budaya saat menggali penampungan air limbah atau septic tank rumah toko (ruko).

Lokasinya di Dukuh Plumutan, Desa Salakan, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah.

Benda temuan Suratman mirip talang pancuran air kuno atau diduga Jaladwara.

Baca juga: Ratusan Benda Cagar Budaya Era Mataram Kuno di Lereng Merapi Merbabu, KondisiTak Terawat

Benda itu saat ini masih disimpan di rumah Suratman.

Suratman mengatakan, benda diduga cagar budaya itu ditemukan oleh pekerjanya saat menggali tanah untuk septic tank.

Benda itu ditemukan di kedalaman 160 cm lebih.

Dia mengira awalnya hanya batu biasa.

Setelah dilihat batu tersebut memanjang dan ada kepalanya.

Batu itu bentuknya seperti saluran air dan berukir.

"Saya minta batu itu dinaikkan tapi tidak kuat.

Terus bagian kepalanya pecah," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/11/2023).

Ketua Perkumpulan Pemerhati Budaya dan Cagar Budaya Boyolali, Kusworo Rahadyan mengatakan, Jaladwara yang ditemukan kondisinya pecah menjadi dua bagian.

Ini dikarenakan warga yang menggali tanah untuk pembuatan septic tank tidak tahu jika benda itu termasuk cagar budaya.

"Karena orang yang menggali tidak tahu Jaladwara patah jadi dua bagian," kata Kusworo.

Jaladwara yang ditemukan ini memiliki panjang 87 cm, tinggi bagian talang 20 cm, kedalaman talang/saluran air 9 cm, dan tinggi bagian kepala ukiran atau bagian lubang 40 cm.

Di lokasi yang sama, kata dia, juga ditemukan batu bata merah berukuran besar.

Kondisi batu bata merah itu sudah pecah.

Disinggung benda kuno itu merupakan peninggalan abad ke berapa dan pada zaman kerajaan siapa, pihaknya belum bisa memastikan.

Menurut dia, benda ini umumnya digunakan dalam bangunan candi atau situs patirtan (situs pemandian purbakala).

"Itu belum bisa dipastikan.

Yang jelas itu seperti talang-talang air yang ada di candi-candi maupun situs patirtan," ungkap Kusworo yang juga Ketua Cagar Budaya Boyolali Heritage Society.

Terkait temuan itu, Kusworo mengaku sudah menginformasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Boyolali serta Badan Pelestarian Kebudayaan Regional X Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kita sudah lapori semua.

Kalau tidak lanjut laporannya belum tahu gimana.

Yang jelas kalau menurut kewilayahannya dari Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Boyolali," jelas Kusworo. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gali Septic Tank, Warga di Boyolali Temukan Pancuran Air Kuno"

Baca juga: Penampakan Arca Durga Peninggalan Mataram Kuno Abad ke-10 Tak Terurus di Komplek Pemakaman Klaten

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved