Ekonomi
Kenaikan Harga Bawang Merah Jadi Penyumbang Inflasi Jateng, Ternyata Ini Penyebabnya
Tekanan inflasi gabungan kota di Jateng meningkat pada November 2023. Peningkatan tekanan inflasi terutama didorong oleh Kelompok Makanan dan Minuman.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tekanan inflasi gabungan kota di Jawa Tengah meningkat pada November 2023.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,49 persen (mtm) pada periode laporan, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (0,18 persen; mtm).
"Dengan capaian tersebut IHK gabungan kota di Provinsi Jawa Tengah secara tahunan tercatat sebesar 3,16 persen (yoy) dan berada di rentang sasaran target inflasi 3,0±1 persen," kata Rahmat dalam keterangannya, Minggu (3/11/2023).
Pada periode laporan, peningkatan tekanan inflasi terutama didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Beberapa komoditas pangan tercatat mengalami peningkatan harga, antara lain aneka cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan gula pasir.
Baca juga: Lonjakan Harga Cabai Pacu Inflasi Jateng Bulan November 2023
Baca juga: Distanbun Jateng Ingin Ada Gudang Untuk Stabilkan Harga Bawang Merah
Baca juga: Harga Bawang Merah di Pasaran Anjlok, Begini Nasib Petani di Brebes dan Daerah Lainnya
Rahmat menjelaskan, harga cabai merah dan cabai rawit terjadi di tengah penurunan produksi di Jawa Tengah.
Gangguan produksi tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kekeringan yang masih berlangsung di beberapa daerah sentra, serta serangan penyakit pantek dan daun menguning.
Sejalan dengan itu, harga bawang merah turut meningkat pada periode laporan seiring dengan berakhirnya musim panen dan gangguan produksi akibat serangan hama thrips dan penyakit 'janda pirang' di Brebes," terangnya.
Sementara itu, harga telur ayam ras turut meningkat seiring dengan harga jagung pakan ayam yang masih tinggi.
Kenaikan harga gula pasir terjadi akibat faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, kenaikan harga gula pasir dipengaruhi oleh kenaikan harga lelang pasca penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) dan penurunan produksi gula di tengah musim giling yang telah berakhir.
Sedangkan dari sisi eksternal, terjadi peningkatan harga raw sugar di pasar internasional hingga mencapai titik tertinggi selama satu dekade terakhir.
"Kekeringan yang berlangsung di India, negara produsen dan eksportir gula terbesar kedua di dunia, menyebabkan Pemerintah India memperpanjang pembatasan ekspor. Sementara itu, kemacetan di pelabuhan-pelabuhan Brazil menghambat distribusi gula di pasar global," jelasnya.
Sementara itu, kenaikan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga bensin, seiring dengan penurunan harga minyak dunia. Penurunan harga minyak dunia berlangsung seiring dengan surplus produksi OPEC di tengah kekhawatiran penurunan permintaan dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.
Berkaitan dengan hal itu, pada 1 November 2023, Pertamina menurunkan harga sejumlah bensin non-subsidi, antara lain Pertamax (Rp14.000/liter menjadi Rp13.400/liter), Pertamax Turbo (Rp16.600/liter menjadi Rp15.500/liter), dan Dexlite (Rp17.200/liter menjadi Rp16.950/liter).
Selain bensin, penurunan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Harga daging ayam mengalami penurunan sejak Oktober 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/begini-di-Pasar-Johar-Semarang.jpg)