Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MotoGP

Viral Rekaman Wawancara Pebalap MotoGP Quartararo Protes Nasi Goreng Disebut dari Malaysia

Viral di media sosial rekaman wawancara pebalap Moto GP Fabio Quartaro yang protes nasi goreng disebut dari Malaysia.

Editor: rival al manaf
Twitter.com/FabioQ20
Fabio Quartararo (kiri) dan Marc Marquez (kanan) sedang merayakan hasil kualifikasi MotoGP Spanyol 2019. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial rekaman wawancara pebalap Moto GP Fabio Quartaro yang protes nasi goreng disebut dari Malaysia.

Rekaman wawancara itu menarik perhatian warganet karena bahkan sekelas pebalap Moto GP juga tahu hal umum soal makan khas.

Awalnya pewawancara menanyakan tentang makanan favorit Quartararo di Malaysia.

Baca juga: Massimo Meregalli Bicara Tentang Keprihatinan Finansial Yamaha, Bagaimana Nasib Fabio Quartararo?

Baca juga: Terungkap Obrolan Kritis Valentino Rossi dengan Francesco Bagnaia Jelang Seri MotoGP Valencia 2023

Pebalap itu tidak bisa menjawab dan meminta pewawancara untuk memberikan beberapa pilihan jawaban.

Kemudian pewawancara menyebutkan "nasi goreng salah satu makanan klasik Malaysia," terangnya.

Mendengar hal itu Quartararo kemudian membalasnya dengan pertanyaan.

"Nasi goreng bukannya dari Indonesia?"

"Ya tapi di Malaysia juga ada," jawab Pewawancara.

Meski sudah diyakinkan, namun Quartararo enggan menyebut nasi goreng makanan kesukaannya saat di Malaysia.

Ia tak ingin mengucapkan sesuatu yang ia tidak benar-benar tahu.

Nasib Quartararo di Yamaha 

Yamaha mengungkapkan keprihatinan tentang kesulitan finansial yang mungkin memengaruhi masa depan pembalap andalannya, Fabio Quartararo.

Saat ini, sejumlah besar pembalap di grid MotoGP memiliki kontrak yang akan berakhir pada tahun 2024, membuka peluang bagi perubahan signifikan dalam pasar pembalap pada tahun 2025.

Fabio Quartararo, yang memenangi gelar juara dunia MotoGP tahun 2021, adalah salah satu dari mereka yang akan berada dalam situasi bebas transfer pada tahun 2025.

Meskipun masih menjadi andalan Yamaha, masa depannya dalam tim ini belum sepenuhnya pasti.

Massimo Meregalli, Direktur Tim Yamaha, mengakui kekhawatiran terkait situasi finansial Quartararo dalam menjaga kepemimpinannya dalam dunia balap.

Namun, Meregalli menekankan bahwa prioritas Yamaha adalah menghasilkan sepeda motor yang kompetitif untuk pembalapnya.

"Saat ini, saya tidak melihat Fabio dalam situasi putus kontrak. Apa pun bisa terjadi, tetapi kami belum menyadarinya," ungkap Meregalli.

Meregalli juga menyatakan bahwa Yamaha sedang berusaha untuk meningkatkan kinerja tim satelit sebagai salah satu strategi untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Sebagian besar pembalap MotoGP, termasuk Quartararo, saat ini telah memasuki tahun terakhir dalam kontrak mereka dan akan menjadi agen bebas pada tahun 2025.

Hal ini berpotensi menciptakan perubahan dramatis dalam komposisi tim dan pembalap di MotoGP di tahun-tahun mendatang.

Walaupun Quartararo menghadapi tantangan musim ini, dia menegaskan bahwa Yamaha perlu mengambil langkah besar di tahun mendatang untuk memastikan dia memiliki sepeda motor yang mampu bersaing di puncak klasemen.

Pembalap berkebangsaan Prancis itu juga memuji ban Michelin yang digunakan dalam beberapa balapan musim ini.

Ban tersebut membantu Quartararo dalam mengatasi kondisi trek yang berbeda di berbagai sirkuit. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved