Tribun Jateng Goes to School bersama Tri
Dimas Terapkan Prinsip Saring Sebelum Sharing
Menurut Robby, generasi muda harus bisa memanfaatkan dunia digital secara kreatif dan positif.
Tribun Jateng Goes To School bersama Tri di SMK N 3 Semarang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Syahrul Dimas Bagus Saputra, siswa kelas X SMK N 3 Semarang memiliki prinsip tegas soal informasi media sosial. Ia mengutamakan kredibilitas informasi yang diterima, sebelum menyebarkan ke teman sekolahnya.
Prinsip itu sudah dilakukan sejak mengenal media sosial. Ia tak ingin informasi yang disebar justru berdampak buruk bagi dirinya maupun orang lain.
"Saya kalau ingin menyebar informasi atau konten medsos ke temen saya, selalu tak cek dulu. Benar atau tidaknya takutnya kan hoaks," kata Dimas setelah mengikuti acara Tribun Jateng Goes to School bersama Tri dengan tema Generasi Happy Academy “Konten Sehat Dunia Digital: Memaksimalkan Media Sosial Sebagai Sarana Publikasi Diri dan Organisasi" di SMK N 3 Semarang, beberapa waktu yang lalu.
Dimas mengatakan, media sosial telah membawa dirinya melihat hiruk pikuk dunia hanya dalam genggaman tangan. Menurutnya, media sosial lebih dari sekedar platform berekspresi.

"Saya sering share informasi seputar ilmu pengetahuan apapun itu maupun acara-acara ke teman-teman," imbuhnya.
Namun, ia tetap menerapkan prinsip kehati-hatian saat bermain media sosial. Setelah mengikuti acara ini, Dimas mengaku beruntung telah menerapkan prinsip tersebut.
"Kita jadi semakin tahu dan paham dampak positif - negatif medsos agar tak menyesal," ucapnya.
Kepala SMK N 3 Semarang, Harti mendukung penuh langkah pemberantasan konten negatif media sosial. Menurutnya, pelajar tingkat menengah masih labil dalam menerima informasi media sosial.
"Kami senang ketika ada sosialisasi mengenai konten media sosial, kami terbuka terhadap kerja sama seperti ini. Khususnya ini pas banget bijak bermedia sosial, sesuai dengan anak-anak kami," kata dia seusai mendampingi siswa dalam mengikuti acara ini.
Harti menambahkan, siswa perlu memahami detail potensi bahaya penggunaan media sosial.
"Bagaimana kemudian siswa bisa memanfaatkannya. Syukur-syukur untuk meningkatkan produktivitas personal maupun branding sekolah," bebernya.

District Operation Head Central West Java, Robby Hikmat Permana mengatakan program Goes to School ini digagas untuk memberi pemahaman generasi muda tentang etika bermedia sosial.
"Memilah konten positif dan negatif, serta menjadi role model untuk dapat lebih bijak dalam bersosial media, dan lebih berani menunjukkan bakat dan talenta mereka dengan memanfaatkan platform digital," katanya, Rabu (13/12/2023).
Selain itu, provider Tri berkomitmen untuk memaksimalkan dunia digital sebagai wadah pengembangan generasi muda dalam membuka peluang usaha.
Menurut Robby, generasi muda harus bisa memanfaatkan dunia digital secara kreatif dan positif.
"Program ini merupakan lanjutan dari rangkaian Generasi Happy, sebuah brand engagement bagi Gen Z yang dihadirkan Tri dengan berfokus pada literasi digital, pengembangan skill, hiburan, dan akademi," tutup Robby. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.