Berita Jepara
"APBD Jepara Rp 2,4 T, Apa Prioritas Jika Jadi DPRD?" Mayadina Ulik Politik Anggaran ke Caleg Muda
Sebelas dari tujuh belas calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, adu gagasan terkait politik anggaran.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Sebelas dari tujuh belas calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, adu gagasan terkait politik anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dibedah dengan strategi-strategi mereka.
Adu gagasan itu dilaksanakan saat uji publik yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupetn Jepara bersama Unisnu Jepara, Kamis (21/12/2023) di Kampus Unisnu.
Acara itu merupakan agenda rutin PWI Kabupaten Jepara bernama ‘Jagong Bareng PWI’.
Dalam agenda bertajuk ‘Merayu Pemilih Muda’ itu, para caleg diuji dua panelis. Yaitu Dosen Magister Manajemen Unisnu Rifqy Roosdhani dan Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) Jawa Tengah, Mayadina Rohmi Musfiroh.
Dalam forum tersebut, Mayadina menyinggung APBD Kabupaten Jepada 2024.
Tahun depan, anggaran pendapatan Kabupaten Jepara sebesar Rp 2, 416 trilun, sementara anggaran belanjanya sebesar Rp 2, 521 triliun. Ada defisit anggaran sebesar Rp 105, 021 miliar.
Defisit anggaran ini menjadi tantangan bagi caleg yang saat ini berlaga menuju Gedung Tamansari. Karena salah satu fungsi DPRD adalah penganggaran. Caleg harus memahani penggunaan anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Apa belanja yang paling anda (para caleg) prioritaskan jika nanti menjadi DPR,” tanyanya kepada sebelas caleg.
Baca juga: Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Minta Pemkab Segera Proses Dokumen APBD 2024
Baca juga: Promosi Mebel Belum Maksimal Karena Minim Anggaran, Pemkab Jepara Janjikan Ini
Atas pertanyaan tersebut, para caleg menjawab dengan penjelasan yang beragam. Ada yang mengacu pada pengalaman pekerjaan, ada juga yang mengacu pada kebutuhan masyarakat dari daerah pemilihannya.
Ulil Absor Arif Anwar, caleg dari Parta Bulan Bintang, mengatakan akan memprioritaskan belanja anggaran untuk pupuk bagi petani. Karena hal itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya di dapil III yang terdiri Kecamatan Donorojo, Kembang, dan Keling.
Menuruntya, pupuk menjadi kebutuhan yang prioritas baginya karena kebanyakan masyarakat di sekelilingnya berprofesi sebagai petani. Pemberian subsidi pupuk akan sangat membantu masyarakat di sana, termasuk mereka yang tinggal di pegunungan.
Sementara itu Imam Subhi, caleg dari Partai Gerindra, memprioritaskan belanja untuk sektor kesehatan. Pelayanan kesehatan harus menyentuh ke tingkat desa. Untuk itu dia akan membuat optimalisasi posyandu.
Menurut caleg dengan latar belakang perawat ini, kader posyandu masih minim mendapatkan tanda jasa dari pemerintah. Dia akan mengupayakan kader posyandu di desa-desa tidak terabaikan.
“Saya juga optimalkan layanan primer kesehatan,” kata caleg dari dapil I itu.
Baca juga: Siapkan Anggaran, Pemkab Jepara Dukung Kesejahteraan Lansia
Selain sektor pertanian dan kesehatan, caleg yang lain juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Sektor itu harus menjadi prioritas mendapatkan kucuran anggaran. Karena hal ini penting untuk pembangunan sumber daya manusia Jepara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/eg-dari-Dapil-I-Jepara-sa.jpg)