Berita Cilacap
Jembatan Rawan Roboh di Kampung Laut, Cilacap: Permohonan Perbaikan dari Camat
Camat Kampung Laut, Heru Kurniawan, bersuara terkait viralnya kondisi memprihatinkan jembatan di dusun Cibereum
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Terkait jembatan di wilayah Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, yang hampir roboh dan menjadi viral di media sosial, Camat Kampung Laut, Heru Kurniawan, memberikan klarifikasinya.
Heru menyebutkan bahwa jembatan yang kini viral di media sosial terletak di Kampung Laut, tepatnya di dusun Cibereum, desa Ujung Gagak.
Jembatan tersebut menghubungkan dusun Cibereum dengan desa induknya, yaitu desa Ujunggagak. Jembatan ini menjadi akses utama bagi masyarakat dusun Cibereum yang hendak beraktivitas di desa Ujunggagak, terutama dalam urusan sekolah dan administrasi.
Dalam video amatir berdurasi 34 detik, terlihat kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan. Beberapa anak sekolah terlihat melintasi jembatan dengan hati-hati, mengingat kondisinya yang sangat tidak aman.
Heru membenarkan bahwa jembatan berbahan bambu tersebut mengalami kerusakan hampir roboh setelah diterjang banjir beberapa hari lalu. Akibatnya, salah satu tiang jembatan roboh, membuat jembatan menjadi miring dan rusak.
Heru menjelaskan bahwa jembatan di atas sungai Cibereum ini bukan kali pertama mengalami kerusakan, melainkan sudah beberapa kali. Bahkan pada tahun 2022, jembatan tersebut sudah pernah hanyut.
Paham akan pentingnya fungsi jembatan, pihaknya bersama stakeholder dan warga sekitar sebelumnya telah melakukan perbaikan jembatan. Namun, banjir deras di sungai Cibereum kembali merusak jembatan bambu sepanjang 40 meter tersebut.
"Jembatan ini memang rawan terkena banjir setiap tahun pada musim hujan. Pada tahun 2022, kita sudah pernah mengalami hal serupa, namun kita melakukan perbaikan bersama stakeholder. Ternyata tahun ini, jembatan kembali rusak," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com pada Jumat (12/1).
Setelah menerima laporan kerusakan jembatan, Heru langsung mengecek lokasi. Hari ini, pihaknya melaporkan kerusakan tersebut kepada Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri.
"Ketika ada informasi atau kendala, kami selalu cek lokasi. Hari ini, kami melaporkan kerusakan jembatan kepada Pak Bupati," tutur Heru.
Lebih lanjut, Heru menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Cilacap sebelumnya sudah beberapa kali meninjau lokasi tersebut. Pemkab juga telah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk pembangunan jembatan permanen atau jembatan gantung guna mengatasi permasalahan transportasi di sana.
"Pemkab telah mengusulkan sejak lama karena anggaran kabupaten terbatas, sehingga sulit dibiayai melalui APBD. Pak Bupati mengusulkan melalui APBN melalui Kementerian PUPR," jelasnya.
Heru berharap bahwa dengan kondisi ini, jembatan penghubung dusun Cibereum dengan desa Ujunggagak dapat segera dibangun oleh pemerintah.
"Kami berharap jembatan segera dibangun karena merupakan akses utama warga Cibereum yang hendak mengurus surat-surat di balai desa. Keberadaan jembatan ini sangat memotong waktu dan jarak, lebih efisien daripada harus berputar melalui jalan kabupaten sepanjang 14 kilometer," tambah Heru. (pnk)
| Kapal Membludak di PPSC Cilacap, Nelayan Desak Perluasan Dermaga dan Pelabuhan Baru |
|
|---|
| Harap Bersabar! Pembersihan Longsor Cibeunying Cilacap Diperkirakan Butuh Waktu 2 Minggu |
|
|---|
| Tanpa Bantuan Pemerintah, Warga Patungan Bangun Jalan Desa di Cilacap |
|
|---|
| Pesta Miras Berujung Maut di Cilacap, Pria Asal Demak Tewas Dikeroyok |
|
|---|
| Korban Kebakaran Rita Pasaraya Cilacap Ngaku Diabaikan, Cahyanto Rugi Besar dan Siap Gugat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-jembatan-di-Kampung-Laut-Cilacap.jpg)