Berita Cilacap
5 Bulan Ada 3 Korban Tewas Tertabrak KA: Perlintasan Liar di Jeruklegi Cilacap Ditutup
Perlintasan liar yang selama ini digunakan warga di Jeruklegi Wetan, Kabupaten Cilacap secara resmi ditutup oleh PT KAI Daop V Purwokerto.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Sebuah perlintasan liar yang selama ini digunakan warga di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, resmi ditutup oleh PT KAI Daop V Purwokerto, Jumat (29/5/2026).
Penutupan ini sebagai bagian upaya menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.
Akses yang berada di KM 375+8/9 petak jalan antara Stasiun Kawunganten dan Stasiun Jeruklegi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena berada di jalur dengan lalu lintas kereta yang cukup padat setiap harinya.
Baca juga: Terobosan KAI Jelang Iduladha, Kursi Penumpang Kereta Ditambah dan Face Recognition Percepat Antrean
Manager Humas PT KAI Daop V Purwokerto, M As’ad Habibuddin mengatakan, tingginya frekuensi perjalanan kereta api membuat keberadaan perlintasan tanpa izin menjadi salah satu titik rawan yang perlu ditangani.
“Dalam satu hari terdapat sekira 132 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah PT KAI Daop V Purwokerto, dengan rata-rata headway kereta api sekira 12 sampai 14 menit sekali,” kata As’ad.
Menurutnya, jarak waktu antar kereta yang relatif singkat membuat ruang aman bagi pengguna jalan menjadi semakin terbatas apabila melintas melalui jalur yang tidak dilengkapi sarana keselamatan.
“Kondisi ini membuat ruang aman di perlintasan menjadi sangat terbatas sehingga keberadaan perlintasan liar memiliki risiko yang sangat tinggi,” ujarnya.
Ancaman kecelakaan di perlintasan sebidang bukan sekadar potensi, karena beberapa insiden masih terjadi di wilayah PT KAI Daop V Purwokerto dalam beberapa tahun terakhir.
“Hingga Mei 2026 telah terjadi lima insiden di perlintasan sebidang yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan tiga mengalami luka-luka,” ungkapnya.
• PT KAI Daop 4 Semarang Siapkan Kereta Api Tambahan Hadapi Libur Iduladha
As’ad menambahkan, selama periode 2024 hingga 2025 tercatat sembilan kecelakaan di perlintasan sebidang dengan korban enam orang meninggal dan delapan lainnya luka-luka.
“Data tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan di perlintasan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Selain melakukan penutupan perlintasan liar, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas pengamanan serta mematuhi aturan saat melintasi rel kereta api.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang rel,” tuturnya.
Pihaknya juga meminta warga tidak kembali membuka akses ilegal di sekitar jalur rel karena dapat membahayakan perjalanan kereta maupun keselamatan masyarakat sendiri.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkas As’ad. (*)
Cilacap
perlintasan ka
PT KAI Daop V Purwokerto
M Asad Habibuddin
kereta api
Tribunjateng.com
Deni Setiawan
| Viral Oknum Pegawai Kecamatan Adipala Cilacap Diduga Pegang Paha Warga di Layanan Kependudukan |
|
|---|
| Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Cilacap, BPBD Pastikan Kondisi Aman dan Tak Berpotensi Tsunami |
|
|---|
| Viral Teror Pocong Bawa Sajam, Polresta Cilacap Ajak Warga Aktifkan Siskamling |
|
|---|
| Polresta Cilacap Sikat Komplotan Curanmor, 23 Kendaraan Hasil Curian Diamankan |
|
|---|
| Polisi di Cilacap Ungkap Modus Baru Cara Pengedar Simpan Sabu: Ditanam di Sawah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260529-_-Penutupan-Perlintasan-Liar-Jeruklegi-Cilacap.jpg)