Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kuliner Semarang

Kuliner Semarang : Kampung Jawi Padukan Konsep Alam dan Kuliner Tradisional

Kampung Jawi yang terletak di Kampung Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang kini kian apik

TribunJateng.com/Idayatul Rohmah
Tampak keramaian Kampung Jawi Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --  Kampung Jawi yang terletak di Kampung Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang kini kian apik dengan tetap berkonsep tradisional.

Meja kursi tetap menggunakan kayu, pembayarannya pun masih menggunakan kepeng terbuat dari kayu.

Kuliner yang dijual merupakan beragam makanan tradisional. Penerangan masih alami menggunakan sentir dan obor.

Bedanya, lapak kini kian cantik dengan tetap mengunjung konsep tradisional. Kemudian, meja kursi pengunjung semakin banyak. Beberapa meja kursi menghadap langsung ke sungai.

Sehingga, pengunjung bisa menikmati pemandangan aliran Sungai Gribik.

Koordinator Kampung Jawi, Siswanto mengaku bersyukur Kampung Jawi bisa langgeng hingga saat ini dalam keadaan apapun.

Diakuinya, perubahan pusat kuliner ini cukup banyak. Namun demikian, konsepnua tetap sama mengusung khas tradisional.

Pengunjung tetap membayar menggunakan kepeng dengan terlebih dahulu melakukan penukaran. Satu kepeng setara dengan Rp 3.500.

Jumlah lapak hingga saat ini masih tetap, yakni 18 lapak yang menyuguhkan makanan tradisional, antara lain gendar pecel, soto, nasi opor, gudeg, nasi ayam, gorengan, jagung bakar, jadah bakar, dan aneka cemilan lainnya.

Minumannya pun beragam mulai dari es teh, teh krampul, es degan, es gempol, pisang ijo, es jeruk, dan minuman segar lainnya.

"Makanannya sama, masih tradisional dengan penambahan sedikit," ucap Siswanto.

Dengan wajah baru ini, Siswanto menyebut, antusiasme pengunjung masih tetap bertahan. Dia berusaha membuat pengunjung nyaman sehingga ingin kembali datang ke Kampung Jawi.

Jam operasional Kampung Jawi mulai 16.00 - 22.00. Bahkan, diakuinya, terkadang pengunjung datang lebih awal dari pada pedagangnya.

Rata-rata pengunjung sebanyak 50 per hari untuk hari biasa. Sedangkan, akhir pekan bisa tembus 200-300 pengunjung.

"Pengunjung tidak menentu. Apabila weekend, ada acara, pengunjung alhamdulillah banyak," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved