Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menengok Proses Pembuatan Ampyang di Pasar Raya Salatiga

Ampyang atau Gula Kacang merupakan salah satu makanan khas Jawa Tengah. Terdiri dari dua bahan utama yaitu gula jawa dan kacang tanah.

Tayang:
Editor: iswidodo
mahasiswa UKSW magang Tribun Jateng
GULA KACANG - Listiana membuat gula kacang atau ampyang di Pasar Raya Salatiga, Jumat (12/1/2024). Pembeli bisa menikmati ampyang hangat di tempat ini. (Christiana Adinugraheni, Mahasiwa UKSW Magang di Tribun Jateng) 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ampyang atau Gula Kacang merupakan salah satu makanan khas Jawa Tengah. Terdiri dari dua bahan utama yaitu gula jawa dan kacang tanah.

Pada gula kacang ini, gula jawa yang sudah menjadi karamel berada di bagian bawah, dan kacang ada di atas menjadi topingnya. Rasanya manis dan gurih khas Jawa Tengah juga menjadi salah satu suguhan yang sering dihidangkan oleh tuan rumah kepada tamunya, terutama di Kota Salatiga atau Boyolali.

Gula Kacang ini biasanya dijual di tempat oleh-oleh khas Kota Salatiga. Namun jika membeli di tempat oleh-oleh Gula Kacang tersebut sudah dingin dan sudah dikemas dalam plastik.

GULA KACANG - Listiana membuat gula kacang atau ampyang di Pasar Raya Salatiga, Jumat (12/1/2024). Pembeli bisa menikmati ampyang hangat di tempat ini. (Christiana Adinugraheni, Mahasiwa UKSW Magang di Tribun Jateng)
GULA KACANG - Listiana membuat gula kacang atau ampyang di Pasar Raya Salatiga, Jumat (12/1/2024). Pembeli bisa menikmati ampyang hangat di tempat ini. (Christiana Adinugraheni, Mahasiwa UKSW Magang di Tribun Jateng) (mahasiswa UKSW magang Tribun Jateng)

Nah, di Pasar Raya Salatiga, ada yang berbeda. Listiana (48) menyajikan ampyang dalam kondisi hangat. Bahkan pembeli bisa menyaksikan langsung proses pembuatan gula kacang ini. Proses dari kacang dan gula merah hingga kemudian menjadi ampyang. Masih hangat, terasa lebih nikmat.

Ditemui di Pasar Raya Salatiga, Jumat (12/1/2024), Listiana tampak sedang memasak gula kacang. Dia menuturkan sudah jualan ampyang sejak lulus SMP hingga kini.

"Dari lulus SMP itu tahun 98, nah lulus SMP langsung jualan. Awal jualan masih di pasar bagian depan sana belum di sini," kata Listiana.

Proses Pembuatan
Tiap hari Listiana mulai jualan dan memasak Gula Kacang pada pukul 05.30 sampai sore hari pukul 16.00 WIB. Dalam sehari dia bisa memasak gula kacang 3-4 kali di wajan besar. Berbeda pula ketika masa liburan ia akan memasak dua kali lipat dari biasanya.

Untuk ukuran satu wajan besar sendiri bisa menjadi 8 kilogram Gula Kacang. saat memasak Gula Kacang akan memerlukan waktu kurang lebih satu jam hingga proses pencetakan Gula Kacang yang pertama.

AMPYANG - Gula kacang atau ampyang yang sudah dikemas.
AMPYANG - Gula kacang atau ampyang yang sudah dikemas. (mahasiswa UKSW magang Tribun Jateng)

Diterangkannya, cara pembuatan gula kacang diawali dengan mengentalkan gula jawa terlebih dahulu, lalu ketika mendidih diberi parutan jahe. Kemudian baru kacang tanah yang mentah dimasukkan. Listiana menggunakan gula jawa asli. Yang dirasa lebih kental. Jika menggunakan gula jawa campur gula pasir hasilnya akan berbeda.

Bahan baku sudah ada pelanggan yang antar ke tokonya. Maka gula jawa yang digunakan juga khas, tidak campuran. Perbedaan gula kacang hasil masakan atau cetakannya tergantung waktu pembuatan. Gula kacang cetakan pertama akan masih berwarna kuning, dan semakin lama akan berwarna coklat. Cetakan terakhir berwarna lebih gelap karena semakin lama digodog gula jawanya akan semakin menjadi karamel.

Awet Sebulan
Pada setiap cetakan juga memiliki perbedaan keawetan, untuk cetakan yang terakhir lebih tahan lama bisa tahan sampai 1 bulan. Sedangkan di awal masih kuning hanya bisa bertahan selama seminggu.

Ia lebih memilih untuk memasak di tempat daripada memasak di rumah yaitu karena pembeli lebih berminat untuk membeli Gula Kacang yang benar benar baru dimasak. Rasanya lebih enak dibanding gula kacang yang sudah dikemas.

Setengah kilogram gula kacang hanya Rp 20 ribu. Atau satu kilogram Rp 40 ribu. Tentunya ia juga menerima pesanan sesuai dengan permintaan pembeli secara langsung atau menghubungi nomor teleponnya. (Christiana Adinugraheni, Mahasiwa Ilmu Komunikasi UKSW Magang Jurnalistik Tribun Jateng)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved