Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Kado Ultah Megawati dari Jokowi

Diketahui Presiden Jokowi mengirim buket bunga anggrek ungu sebagai kado di hari ulang tahun Megawati.

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
DOK. Humas DPR RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi bersama Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani. 


Pemilik nama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri itu lahir pada tanggal 23 Januari 1947, di kampung Ledok Ratmakan, tepi barat Kali Code, Yogyakarta.


Megawati dilahirkan dari rahim seorang Fatmawati, pada masa Agresi Militer Belanda.


Saat Megawati masih berusia 2 tahun, Soekarno ditangkap dan diasingkan ke pulau Bangka.


Ia lantas tumbuh jauh dari pelukan seorang ayah.


Masa pengasingan proklamator Soekarno-Hatta bersama para pemimpin bangsa lainnya terjadi pada kurun waktu 1948-1949.


Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak-kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur.


Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.


Megawati juga kerap menghabiskan waktunya untuk menonton wayang bersama sang ayah.


Presiden Soekarno sering menggelar pagelaran wayang di Istana Negara.


Bahkan, kata Megawati, pagelaran wayang tersebut diselenggarakan dua bulan sekali.

Dalam pagelaran itu, lanjut Megawati, selalu diramaikan oleh masyarakat yang ingin melihat cerita pewayangan tersebut.


 Hal itu disampaikan Megawati saat membuka pagelaran wayang dengan lakon 'Bima Jumeneng Guru Bangsa' di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).


"Bisa dikatakan dua bulan sekali di istana ada pagelaran wayang yang dihadiri masyarakat, waktu kecil sampai mengingat sampai luber acara itu dulu di lantai maupun di belakang layar," kata Megawati.


Nasehat yang paling diingat dari Megawati adalah kamu harus punya Joie de Vivre, semangat kegembiraan dalam hidup harus ada.


Nasehat ini diungkapkan saat Bung Karno melalui masa sulit jelang pergantian kepemimpinan tahun 1965.


Sejak kecil, Megawati dididik untuk selalu tampil rapi, santun, dan well-mannered. Dari Megawati pulalah teman-temannya belajar tata krama serta sopan santun dalam keseharian, mulai dari cara makan hingga bersin. (Tribunjateng.com/jen)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved