Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

56 Persen Wilayah Banjir di Kota Semarang Telah Teratasi

Persoalan banjir di Kota Semarang terus berkurang bahkan luasan wilayah yang terkena banjir dan rob tinggal 3,43 persen.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persoalan banjir di Kota Semarang terus berkurang.

Bahkan data tahun 2023 menunjukkan luasan wilayah yang terkena banjir dan rob tinggal 3,43 persen.

Hasil tersebut membuktikan upaya yang dilakukan Pemkot Semarang untuk mengatasi persoalan banjir cukup efektif.

Baca juga: Kota Pekalongan. Waspada Banjir, KPU Siapkan SOP Relokasi TPS

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk mengentaskan ibu kota Jawa Tengah dari persoalan banjir rob.

Bahkan tahun ini dua persoalan tersebut masih menjadi prioritas.

Ada tiga kecamatan yang menjadi perhatian penanganan. Yakni Kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara.

Salah satu upaya Pemkot untuk mengentaskan tiga wilayah tersebut dari banjir yakni membangun sheet pile di Tambaklorok.

Saat ini pembangunannya sedang berprogres.

"Fokus kami di pesisir. Masih ada tiga persen kawasan banjir. Kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara menjadi daerah yang paling terdampak," ungkap Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Wali kota yang akrab disapa Mbak Ita tersebut membeberkan, data 2023, luasan wilayah yang terkena banjir dan rob mengalami penurunan menjadi 3,43 persen, dari 3,48 persen pada tahun 2022.

Sementara luasan rob menyisakan 406,27 hektare atau 1,09 persen.

Pembangunan sheet pile di Tambaklorok yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana diyakini efektif mengentaskan banjir rob di tiga wilayah prioritas. Pembangunan tanggul laut di pesisir utara itu telah mencapai 62 persen.

"Nantinya, pada tahun 2024 ini, tepatnya Juni, bisa mencakup 55,9 persen wilayah," jelas Mbak Ita saat meninjau lokasi pembangunan tiang pancang di Kelurahan Tambakrejo belum lama ini.

Selain itu, proyek pengendalian banjir di wilayah Muktiharjo juga akan dilaksanakan BBWS Pemali-Juana melalui bantuan dari Bank Dunia.

Program penanganan banjir tanggul laut tersebut akan didukung dengan peningkatan kapasitas di sejumlah rumah pompa. Seperti Pompa Progo, Tambakrejo, Tanah Mas, dan Tawang Mas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved