Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Sosok Guru Besar UPS Profesor Rini: Tingkatkan Responsif Gender Pengurangan Risiko Bencana

Universitas Pancasakti (UPS) Tegal saat ini memiliki guru besar di bidang Teknik Sipil dan Pengurangan Resiko Bencana. Adalah Prof Retno Susilorini.

Tayang:
Fajar Bahruddin Achmad
Prof Dr Rr MI Retno Susilorini ST MT saat ditemui di ruang kerjanya di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Universitas Pancasakti (UPS) Tegal saat ini memiliki guru besar di bidang Teknik Sipil dan Pengurangan Resiko Bencana. 

Dia adalah Prof Dr Rr MI Retno Susilorini ST MT.

Wanita berusia 53 tahun yang akrab disapa Prof Rini itu, merupakan kelahiran Semarang. 

Prof Dr Rr MI Retno Susilorini ST MT saat ditemui di ruang kerjanya di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.
Prof Dr Rr MI Retno Susilorini ST MT saat ditemui di ruang kerjanya di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. (Fajar Bahruddin Achmad)

Baca juga: Diduga Ada Penyusup, Video Tak Senonoh Muncul saat Guru Besar ITB Deklarasi Pemilu Adil

Gelar guru besarnya tersebut didapatkan berdasarkan SK dari Kemendikbud Ristekdikti yang keluar, pada Desember 2023, lalu. 

Dia menjadi dosen di UPS Tegal, sejak 2022.

Sebelumnya dia juga pernah menjadi dosen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, pada 1994- 2022.

Prof Rini mengatakan, bidang keilmuannya adalah teknil sipil hidro dan struktur serta peran di pengurangan resiko bencana. 

Bencana yang dimaksud adalah yang diakibatkan oleh perubahan iklim ataupum geoteknik. 

Perubahan iklim seperti banjir dan rob, sedangkan geoteknik seperti tanah longsor, tanah bergerak, gempa bumi, dan tsunami. 

"Kalau di Tegal ini seperti dampak bencana akibat perubahan iklim adalah rob. Ini perlu mendapatkan perhatian. Di kampus UPS Tegal saja banjir rob sudah masuk kampus," kata Rini kepada tribunjateng.com, Jumat (2/2/2024).

Rini menjelaskan, satu yang menjadi fokusnya di antaranya adalah responsif gender dalam pengurangan resiko bencana. 

Ia menilai, tiap terjadi bencana maka perempuan dan anak-anak menjadi korban.

Sehingga perlu ada desain khusus yang disesuaikan dengan perempuan dan anak-anak. Mereka juga perlu mendapatkan perhatian khusus. 

Apalagi guru besar teknik sipil perempuan di bidangnya terhitung sangat sedikit, se- Indonesia tidak sampai 10 orang. 

"Saya memiliki angan-angan pengurangan resiko bencana yang responsif gender ini bisa disajikan di forum-forum PBB yang lebih besar dan didengar. Karena sebetulnya sudah banyak forum tetapi kurang membahas itu," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved