Berita Semarang
Inilah Solusi Pemkab Semarang Atasi Banjir di Jalan MT Hariyono Ungaran
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tengah mencari solusi atas banjir yang kerap terjadi di Jalan MT Hariyono, Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tengah mencari solusi atas banjir yang kerap terjadi di Jalan MT Hariyono, perbatasan antara Kelurahan Kalirejo antara Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Banjir terjadi akibat aliran sungai Kali Gung meluap setiap kali hujan lebat melanda.
Satu di antaranya yaitu banjir yang terjadi pada Senin (5/2/2024) malam lalu.
Baca juga: Tengok Korban Banjir di Grobogan, Ganjar Ajak Pemerintah dan Relawan Gotong Royong Bantu Korban
Ruas jalan yang kerap dilanda banjir merupakan salah satu akses utama dari pusat kota Ungaran ke Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengatakan bahwa pihaknya merencanakan membuat beberapa tempat tangkapan air atau catchment area di sungai di sejumlah titik.
Tangkapan air merupakan suatu areal atau daerah tangkapan hujan di mana batas wilayah tangkapannya ditentukan dari titik-titik elevasi tertinggi sampai terendah.
Soekendro menyebutkan, terdapat beberapa tanah eks bengkok di Kelurahan Sidomulyo dan Kelurahan Susukan di bagian hilir sungai yang akan dimanfaatkan untuk membuat tempat tangkapan itu.
“Rencana ini akan kita bahas lebih dulu,” ungkap dia seusai meninjau lokasi banjir tersebut bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha pada Rabu (7/2/2024).
Dari hasil pantauannya, Soekendro menambahkan bahwa sebenarnya sudah terdapat satu tempat tangkapan air yang dikembangkan pihak pengelola perumahan yang kawasannya dilintasi sungai tersebut.
Namun demikian, dia mengatakan bahwa tempat itu perlu ditata kembali agar dapat berfungsi secara maksimal.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPU Kabupaten Semarang, Rondian sempat merinci rencana upaya lain, yaitu pembuatan kolam retensi untuk menampung sementara aliran sungai.
“Dengan begitu, debit air yang besar akibat hujan deras akan dapat mengalir dengan lebih perlahan,” kata dia.
Baca juga: Debit Air Bendung Wilalung Kudus Tembus 1.100 m⊃3;/detik, Pintu Pengendali Banjir Dibuka 30 Cm
Lurah Kalirejo, Jarwo Supriyadi menambahkan, sebenarnya sejak dahulu kontur Kali Gung tersebut berkelok-kelok, sehingga secara alami dapat menahan derasnya air saat terjadi hujan lebat di wilayah hulu.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha sendiri sempat melihat-lihat kondisi pasca banjir dari atas jembatan tersebut.
Dia bersama rombongan meninjau aliran Kali Gung dari atas jembatan tepat di sisi barat tugu perbatasan antar kedua kelurahan. (*)
Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 29 Agustus 2025: Sebagian Besar Hujan Ringan |
![]() |
---|
Jejak Gedung Kawasan Kota Lama Semarang yang Terbakar, Bagian dari the Big Five di Awal Abad 20 |
![]() |
---|
Jurnalis FC Gandeng SSB Emerald Semarang di HUT ke-3, Satukan Kebersamaan di Lapangan Hijau |
![]() |
---|
Harga Beras Medium di Semarang Tembus Rp15 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Percontohan Nasional, Koperasi Merah Putih Gedawang Tembus Omzet Rp 69 Juta dalam 1,5 Bulan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.