Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Kisah Sumani, Terpidana Mati Kasuh Pembunuhan Berencana Kini Aktif Mengajar Ngaji di Lapas Pati

Terpidana hukuman mati di Lapas Kelas II B Pati, Sumani (46), mengisi hari-harinya di tahanan dengan mengajar mengaji warga binaan.

Tayang:
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Sumani (kiri-baju koko biru) mengajar ngaji sesama narapidana di Masjid At-Taubah Lapas Pati, Rabu (7/2/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Terpidana hukuman mati di Lapas Kelas II B Pati, Sumani (46), mengisi hari-harinya di tahanan dengan mengajar mengaji sesama narapidana.

Untuk diketahui, Sumani divonis hukuman mati atas pembunuhan terencana yang dia lakukan terhadap empat orang satu keluarga di Rembang.

Sumani menghabisi nyawa Dalang Anom Subekti beserta istri, anak, dan cucunya di kediaman mereka, Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kamis (4/2/2021) lalu.

Baca juga: BREAKING NEWS, Hukuman Merri Utami Berubah Jadi Seumur Hidup, Terpidana Mati Kasus Narkotika

Setelah dijatuhi vonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Sumani sudah dua tahun menjalani hukuman di Lapas Pati sebagai tahanan titipan Kejaksaan.

Pihak Lapas mengaku belum tahu kapan sang terpidana bakal dieksekusi.

Pada 2022 lalu, Sumani pernah menempuh langkah hukum Kasasi.

Namun ditolak Mahkamah Agung.

Kini, Sumani menjalani hari-hari di Lapas untuk mendaras dan mengajar Al-Qur'an di Masjid At-Taubah Lapas Pati.

"Ketika di sini, awal 2022 saya khatam Iqro'. Kemudian lanjut ke Al-Qur'an. Setelah itu mengajar ngaji ke sesama warga binaan," kata dia saat dijumpai wartawan, Rabu (7/2/2024).

Sumani mengatakan, ada 40-an narapidana di Lapas Pati yang sudah dia ajari mengaji.

Namun, muridnya silih berganti seiring berakhirnya masa tahanan masing-masing narapidana.

Selain mengaji dan mengajar ngaji, Sumani mengisi hari-hari di Lapas dengan berolahraga, membersihkan lingkungan Lapas, serta merawat kolam ikan yang berada di Lapas.

Dia mengatakan, saat ini dirinya masih terus berdoa agar mendapatkan grasi atau pengampunan dari presiden.

Namun, dia menyerahkan takdirnya kepada Allah.

Seandainya tidak mendapat grasi, dia mengatakan akan mengisi waktu menunggu eksekusi sambil berdoa dan beribadah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved