4,05 Juta Rumah Dinikmati Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Dari total 5,2 juta unit rumah yang telah dibiayai BTN selama 74 tahun, sekitar 4,05 juta dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Dalam menjalankan model bisnis baru ini, KCP jangan hanya sekadar mengejar pertumbuhan aset. Mereka juga harus accountable, apakah pertumbuhan itu menghasilkan profitabilitas yang baik atau tidak.
Tak sampai di situ, KCP juga didorong untuk mengendalikan resiko kredit (NPL). “Kalau hanya tumbuh saja tapi manajemen resikonya jelek, tentu tidak baik buat perusahaan,” katanya.
Selain itu, KCP perlu memperhatikan pentingnya pengendalian biaya,karena pada akhirnya akan berpengaruh pada profitabilitas. “Jangan hanya pengeluarkan biaya tanpa menghitung berapa return yang dihasilkan,” katanya.
Alhasil, Nixon menegaskan, melalui perubahan model bisnis KCP tersebut, kini jumlah KCP yang masuk dalam kategori sangat produktif dan produktif telah mencapai 257 unit.
Angka ini tentu masih jauh dari jumlah KCP yang saat ini mencapai 537 unit, tetapi hal ini merupakan momentum yang sangat berarti untuk meningkatkan kinerja perseroan.
Dengan berbagai transformasi tersebut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun terakhir posisi laba BTN yang saat ini menempati urutan kedelapan, bakal naik menjadi urutan kelima seperti posisi aset. (*)
| Hening Rasakan UMR Tak Sebanding Pengeluaran, Citra Purwokerto Kota Slow Living Dipertanyakan |
|
|---|
| Tangisan Bayi dalam Tas Gegerkan Warga Kalisongo, Ada Pesan Suruh Merawat |
|
|---|
| Khianati Kepercayaan Bos, Manajer di Brebes Jual 4 Sapi Kurban, Uang Buat Senang-senang |
|
|---|
| Duduk Perkara Member Snapboost Laporkan Diana Guru SMA di Blora, Uang Tak Bisa Cair |
|
|---|
| PNS Pemkab Magelang Wajib Belanja di Warung Tradisional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Direktur-Utama-Bank-BTN-Nixon-LP-Napitupulu-di-Jakarta-Jumat-922024.jpg)