Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Nasib Pria Asal Kupang Cuma Modal Pisau Buat Minta Mie Ayam Gratis

Bermodal pisau, JRA (41) pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap dapat mi ayam gratis.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
sajian sedap
ilustrasi mi ayam 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Bermodal pisau, JRA (41) pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap dapat mi ayam gratis.

JRA menodongkan pisau yang dibawa kepada pedagang mie ayam dan karyawannya.

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kupang Kota, akhirnya menangkap pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas di Kota Kupang.

Baca juga: Rayuan Guru Honorer Ajak Makan Mi Ayam Siswi SMK, Ternyata Cuma Modus Pencabulan

"Kita tangkap pelaku kemarin sore di kediamannya di Jalan Soeharto, Kelurahan Naikoten Satu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang," kata Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota Komisaris Besar Polisi Aldinan Manurung, Minggu (11/2/2024).

Kronologi

Aldinan menuturkan, kejadian itu berawal ketika pelaku datang ke tempat usaha FM (27) untuk meminta mie ayam.

Pemilik warung, kata Aldinan, kerap memberikan mie ayam kepada pelaku dan mereka sudah lama saling kenal.

Pelaku meminta mie ayam secara gratis dan salah satu karyawan yang baru bekerja menolak permintaan itu.

Hal itu membuat pelaku marah dan mengambil pisau dari jok motornya.

Pelaku kemudian mengarahkan pisau ke korban, dan kedua pekerjanya.

Karena takut, korban dan dua karyawannya berlari menyelamatkan diri. 

Ditangkap

Setelah kejadian, pelaku pulang meninggalkan tempat kejadian.

Aksi itu sempat direkam dalam bentuk video dan disebar melalui media sosial.

Polisi lalu menyelidiki video itu. Identitas pelaku terungkap dan akhirnya ditangkap.

"Saat ini, pelaku sudah diamankan dan langsung diperiksa oleh penyidik Reskrim (Reserse dan Kriminal) untuk proses hukum lebih lanjut," ujar dia.

Baca juga: Kunjungi Solo, Sandiaga Uno Datangi Festival Mi Ayam dan Bagikan 1000 Sertifikat Halal

Dari pengakuan pelaku, dia sempat mabuk sebelum melakukan aksinya.

Namun petugas masih mendalami hal tersebut.

“Pelaku mengakui adanya rasa emosional dari dirinya terhadap korban, serta mengakui bahwa dia terpengaruh oleh minuman keras saat kejadian,” tambah Aldinan.  (*)

 

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved