Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Anggota KPPS di Kendal Meninggal Dalam Kamar Mandi Diduga Bunuh Diri

Anggota KPPS di Kendal meninggal dunia di kamar mandi pada Sabtu (17/2/2024) dalam kondisi tergantung yang diduga bunuh diri.

Editor: m nur huda
IST/kompas.com
Ilustrasi jenazah - Anggota KPPS di Kendal meninggal dunia di kamar mandi pada Sabtu (17/2/2024) dalam kondisi tergantung yang diduga bunuh diri. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Anggota KPPS di Kendal meninggal dunia di kamar mandi pada Sabtu (17/2/2024) dalam kondisi tergantung yang diduga bunuh diri.

Anggota KPPS bernama inisial IR tersebut merupakan petugas ad hoc penyelenggara Pemilu 2024 di  Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Untung Setyahadi membenarkan adanya informasi tersebut.

Pihaknya belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya anggota KPPS di Kendal tersebut.

Petugas kesehatan dan kepolisian setempat tengah memeriksa korban. Anggota KPPS di Kendal meninggal dunia di kamar mandi pada Sabtu (17/2/2024) dalam kondisi tergantung yang diduga bunuh diri.
Petugas kesehatan dan kepolisian setempat tengah memeriksa korban. Anggota KPPS di Kendal meninggal dunia di kamar mandi pada Sabtu (17/2/2024) dalam kondisi tergantung yang diduga bunuh diri. (Polres Kendal)

Kendati demikian, Untung memastikan kematian yang bersangkutan tidak ada hubungannya dengan tugasnya sebagai anggota KPPS. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa.

"Kematiannya tidak ada hubungannya dengan tugasnya sebagai anggota KPPS," ujarnya, Minggu (18/2/2024).

Untung mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban bunuh diri pada Sabtu (17/2/2024) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari keterangan kedua orang tuanya, korban pamit kepada ibunya ke kamar mandi untuk buang air besar, setelah makan malam. Selang 30 menit kemudian, korban tidak keluar.

"Waktu itu, ayahnya mendengar suara gaduh, lalu mengecek ke kamar mandi dan berusaha masuk dengan cara mendobrak pintu. Setelah berhasil masuk, korban dalam keadaan tergantung diri, dengan tali selendang warna hitam kuning milik sendiri," kata dia.

Sewaktu ditemukan imbuhnya, yang bersangkutan sudah tidak bernyawa.

“Sekitar 10  menit kemudian, petugas Polsek Pegandon dipimpin Kapolsek Pegandon dan Kanit Reskrim, Kanit Intelkam, dan KSPKT serta Bhabinkamtibmas setempat bersama petugas medis Puskesmas Ngampel melakukan pemeriksaan dan menurunkan korban,” imbuh dia.

Hasil pemeriksaan dari petugas medis puskesmas setempat Listyowati, terdapat luka jerat pada leher korban, dubur mengeluarkan kotoran, dan tidak didapati tanda-tanda kekerasan. 

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi kedua orang tuanya menerangkan, sebelum kejadian tidak ada keluhan maupun sakit dan tanda-tanda mencurigakan,” jelas dia.

Untung menambahkan, pihak orang tua menerima kejadian ini dan minta langsung dikebumikan di TPU setempat, serta membuat pernyataan untuk tidak dioptosi.

"Saat ini masih kita dalami keterangan atau informasi dari keluarga almarhumah,” katanya lagi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved