Kisah Supriyanto dan Gabah Busuk Terendam Banjir Demak
Supriyanto, seorang petani di Demak, menunjukkan ketabahan di tengah bencana banjir yang merendam lahan pertanian.
Tayang:
Editor:
Daniel Ari Purnomo
kompas.com
Supriyanto (51) menunjukkan gabah miliknya yang membusuk terdampak banjir Kabupaten Demak, Jumat (23/2/2024). (KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)(KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)
Meskipun gabah tersebut sudah membusuk, Supriyanto hanya bisa pasrah, karena ia menyadari bahwa setelah dikeringkan, gabah tersebut masih bisa diolah kembali.
"Jika tidak laku dijual, maka terpaksa harus diproses. Meskipun masih bisa diolah, tapi hasilnya mungkin tidak akan maksimal," keluhnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Senyum Tabah Supriyanto, 10 Ton Gabahnya Busuk Terendam Banjir, Padahal Harga Lagi Bagus"
Baca Juga
| TVRI Jawa Tengah Fasilitasi UMKM Berjualan Gratis di Lokasi Nobar Piala Dunia |
|
|---|
| Buntut Aksi Tumpah Tebu Petani Blora, Manajemen Hingga Mesin Pabrik Gula GMM Akan Diganti |
|
|---|
| Petani Gula Kristal di Banyumas Sambut Teknologi untuk Tingkatkan Produksi: Cuaca Paling Menentukan |
|
|---|
| Kecewa Janji Tak Terealisasi, Petani Blora Tumpahkan Tebu di Depan Pabrik GMM |
|
|---|
| Dulu Bagian Semarang? Jejak Sejarah Wilayah Demak dalam Arsip Kolonial Belanda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gabah-petani-demak-busuk-terendam-banjir.jpg)