Antusiasme Warga Jepara Terhadap Program Stabilisasi Harga Beras SPHP
Warga Kabupaten Jepara menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Warga Kabupaten Jepara menyambut dengan antusias penggelontoran beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diselenggarakan oleh Perum Bulog, Kodim 0719/Jepara, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Kegiatan pengelontoran SPHP ini dilaksanakan di Pasar Jepara 2 pada pukul 08.00 WIB, hari Selasa (5/3/2024).
Berdasarkan pantauan Tribunjateng di lokasi, dalam waktu kurang lebih dua jam, sebanyak 4 - 5 Ton beras, dengan total 800 karung, langsung habis terbeli.
Seorang pedagang pasar, Karti, menyatakan bahwa ia sudah mengantri sejak pagi untuk mendapatkan beras yang dijual dengan harga Rp 10.600 per kilogram.
Setiap pembeli dibatasi hanya boleh membeli dua karung beras dengan berat total maksimal 10 Kg.
"Kami sudah menunggu sejak jam 07.00 WIB. Namun, pembelian dibatasi hanya dua karung saja, pembelian lebih dari itu tidak diizinkan," ujar Karti kepada Tribunjateng.
Karti merasa terbantu dengan adanya bantuan beras ini, mengingat harga beras di pasaran masih cukup tinggi.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu, terutama karena harga beras di pasaran sekarang mencapai Rp 16 ribu," ungkapnya.
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh seorang warga bernama Iin, yang rela mengantri untuk mendapatkan beras SPHP.
"Harga beras di pasaran masih sekitar Rp 17 ribu. Ini sangat membantu untuk bisa mendapatkan dua karung beras," katanya.
Sementara itu, Eni Sri Murtini menyatakan bahwa harga beras ini lebih terjangkau dibandingkan dengan harga beras di pasaran.
"Harganya lebih terjangkau dan ekonomis bagi masyarakat," ucap Eni.
Di sisi lain, seorang pedagang beras di Pasar Jepara 2, Sunarto, menjelaskan bahwa harga beras saat ini telah mengalami penurunan.
"Alhamdulillah, harga beras medium sudah turun sekitar seribu rupiah, menjadi Rp 16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 15,5 ribu per kilogram. Sementara harga beras premium tetap Rp 17 ribu per kilogram," ungkap Sunarto.
Sunarto juga menyatakan bahwa ia tidak keberatan dengan adanya program pengelontoran beras dari Bulog.
"Meskipun ada program pengelontoran beras dari Bulog, pembeli tetap datang, tidak terpengaruh," tambahnya. (Ito)
| Pemkab Jepara Siapkan Jalur Alternatif Sejauh 7 KM Menuju Desa Tempur |
|
|---|
| Curhat Pilu Pegawai Mebel Jepara: Kerja 19 Tahun, Cuma Diberi Kompensasi Kurang Dari Rp10 Juta |
|
|---|
| 8 Rumah Warga Desa Tempur Jepara Terdampak Bakal Direlokasi |
|
|---|
| Banjir Sepekan di Sowan Kidul Jepara, Wabup: Normalisasi Sungai Jratun Kaligawe Jadi PR |
|
|---|
| Penyebab Kebakaran Pabrik PT Chengqi di Jepara, Ada Dua Dugaan |
|
|---|