Berita Jepara
8 Rumah Warga Desa Tempur Jepara Terdampak Bakal Direlokasi
Pemkab Jepara segera menyiapkan lahan untuk merelokasi warga yang rumahnya terdampak bencana di Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada Jumat (9/1/2026), mengakibatkan delapan rumah dan beberapa tempat usaha rusak.
Penanganan delapan rumah terhantam bencana menjadi satu di antara perhatian khusus pemerintah.
Di antaranya rumah milik pasangan Masriah (64) dan Sujak (80), juga Sri Markati (43) di RT 01 RW 01 Dukuh Miren, Desa Tempur.
Baca juga: Banjir Sepekan di Sowan Kidul Jepara, Wabup: Normalisasi Sungai Jratun Kaligawe Jadi PR
• Sudah Sepekan Ini KMP Siginjai Parkir di Dermaga Jepara, Imbas Cuaca Buruk Menuju Karimunjawa
• BREAKING NEWS, KPK Benarkan Ada OTT di Pati, Ada Pejabat Pengepul yang Ditangkap
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan, pemerintah daerah pada prinsipnya bakal menindaklanjuti apa yang menjadi arahan BNPB terkait penanganan pasca bencana di Desa Tempur.
Kata dia, Pemkab Jepara segera menyiapkan lahan untuk merelokasi warga yang rumahnya terdampak bencana.
Sedangkan pembangunannya akan dilakukan BNPB sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan antisipasi bencana serupa melanda kembali di kemudian hari.
Menurut Gus Hajar, sapaan akrab Muhammad Ibnu Hajar, relokasi warga tidak serta merta dilakukan begitu saja. Butuh koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat terdampak relokasi.
Apalagi, kata dia, respons beberapa warga Desa Tempur yang terdampak bencana masih keberatan untuk direlokasi. Sehingga harus diyakinkan dengan pendekatan persuasif untuk kemaslahatan bersama.
"Kami akan tindaklanjuti yang jadi saran BNPB terkait relokasi warga terdampak bencana di Tempur. Tapi kami tetap harus komunikasi dengan petinggi (Kepala Desa) dan warga, mau atau tidak."
"Kami lihat kemarin warga masih keberatan untuk direlokasi, tapi harus meyakinkan warganya terlebih dahulu," terangnya, Senin (19/1/2026).
Gus Hajar menegaskan bahwa lokasi yang nantinya dijadikan sebagai tempat relokasi masih dalam pencarian. Segera mungkin akan ditentukan untuk dibahas dan dipertimbangkan bersama.
"Pemkab akan siapkan lahan, yang bangun BNPB. Lokasi pasti kami akan carikan," tegasnya.
Sekda Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar menambahkan, ada beberapa rumah di Desa Tempur dalam kondisi membahayakan. Diharapkan, bisa direlokasi segera setelah penanganan bencana di jalur menuju Desa Tempur rampung.
Hanya saja, Pemkab Jepara harus menyediakan lahan terlebih dahulu, setelahnya baru pengajuan anggaran ke BNPB.
"Kami harus bicarakan dengan Pemerintah Kecamatan Keling dan Pemerintah Desa Tempur, karena harus menyediakan lahan," jelas dia.
Baca juga: PLN Salurkan Bantuan TJSL untuk Warga Terdampak Banjir di Pati, Jepara, dan Kudus
• Pemulihan Infrastruktur Menuju Tempur Jepara Ditarget Tiga Pekan, BNPB Fokus Tangani Jalan Putus
• Jubir KPK: SDW Turut Ditangkap dalam OTT di Kabupaten Pati
Relokasi Jadi Kebutuhan Dasar
| Pemkab Jepara Masih Punya PR Besar Atasi 58,21 Hektare Kawasan Kumuh |
|
|---|
| Pesan Gus Iqdam Untuk Masyarakat Jepara: Jangan Sampai Punya Sifat Gengsi Minta Maaf |
|
|---|
| Pengajian Akbar di Alun-alun Jepara, Maemunah Kapling Tempat Sejak Sore Demi Gus Iqdam |
|
|---|
| Viral Video 38 Detik, 2 Wanita Labrak Pria Pamer Alat Kelamin di Perbatasan Demak-Jepara |
|
|---|
| "Berat! 1 PPPK Kawal 1 KDKMP", Sekda Jepara Butuh Klasifikasi SDM Tidak Sembarangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260119-_-Rumah-Warga-Terdampak-Longsor-di-Desa-Tempur-Jepara.jpg)