Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kota Pekalongan

Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Menyikapi tingginya harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional, Pemerintah Kota Pekalongan bersama Perum BULOG Cabang Tegal

Tayang:
Aisya Aulia Latifah
Gerakan pangan murah di Lapangan Mataram Kota Pekalongan pagi tadi, Jum'at(8/3/2024) berlangsung kondusif. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Menyikapi tingginya harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional, Pemerintah Kota Pekalongan bersama Perum BULOG Cabang Tegal menyelenggarakan Kegiatan Gerakan Pangan Murah Tahun 2024 dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah/2024 Masehi, di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Jumat (8/3/2024).

Gerakan Pangan Murah ini untuk membantu warga memperoleh kepokmas dengan harga terjangkau. Sejak pagi pukul 07.00 WIB, warga sudah rela mengantre dan memadati lokasi operasi pasar murah tersebut.

Disediakan sebanyak 1.500 paket sembako berisi 5 kg beras SPHP, gula pasir 1 kg, dan 1 liter minyak goreng seharga Rp85 ribu. Dan juga terdapat stand-stand komoditi lain yang dijual oleh para UMKM ataupun kelompok tani dan kelompok nelayan dibawah kewenangan dinas terkait, diantaranya telur, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, sayuran segar, frozen food, olahan ikan, dan olahan pangan lain.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menjelaskan bahwa, menurutnya, pelaksanaan bazar pangan murah ini berjalan dengan lancar berkat sinergitas antar instansi terkait yang membantu menertibkan di lapangan.

"Karena warga antusiasnya luar biasa. Mengingat kondisi saat ini terutama menjelang Puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, bahan-bahan pokok yang dikonsumsi warga mengalami kenaikan terutama yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga beras," ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari Perum BULOG, harga beras saat ini sudah berangsur turun, tetapi belum terlalu signifikan. Gerakan operasi pasar murah berlangsung kondusif dan tidak ada warga yang berdesakan.

"Saya melihat banyak ibu sepuh supaya mereka tidak mengalami kelelahan. Sudah kami informasikan bahwa, mereka yang sudah mendapatkan kupon diharapkan tidak perlu khawatir, istirahat saja di tempat teduh, pasti masih kebagian. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan menjelang Puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah," harapnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum BULOG Cabang Tegal, Wahyu Tri Hutomo menyebutkan, awalnya dalam bazar pangan murah ini disediakan 500 paket sembako, namun BULOG menambahkan stok lagi sebanyak 1000 kantong beras SPHP dengan total beras sebanyak 7,5 ton. Untuk harga beras SPHP 5 kg dijual senilai Rp52 ribu per kantong. Sedangkan untuk pasokan gula pasir dan minyak goreng disediakan masing-masing 500 paket supaya masyarakat yang sudah mengantre kebagian.

Selain diselenggarakan di Kota Pekalongan, Gerakan Pangan Murah ini juga berlangsung di wilayah lainnya yakni di Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang. Setiap harinya diadakan 3 sampai 4 titik lokasi di wilayah eks karesidenan secara terjadwal hingga 5 April 2024.

"Kebetulan wilayah kerja BULOG Cabang Tegal mencakup wilayah eks karesidenan Pekalongan, dimana untuk operasional stok kami salurkan sebanyak 11 ribu ton. Jadi, stoknya cukup untuk penyaluran 2 bulan ke depan baik penyaluran bantuan pangan, SPHP maupun gerakan pangan murah seperti yang dilakukan sekarang ini," jelasnya.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini sangat dimanfaatkan oleh warga Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan, Dwiyani (50). Ia mengaku senang adanya bazar pangan murah ini, dimana warga sangat terbantu bisa mendapatkan harga sembako terutama beras yang di pasaran tengah mengalami kenaikan jelang Ramadhan.

"Alhamdulillah, tadi antre beli beras SPHP 5 kg, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 liter seharga Rp85 ribu. Kegiatan sangat membantu kami mendapatkan sembako dengan harga yang jauh lebih murah di pasaran. Beras di pasaran per kilogramnya sudah mencapai Rp17 ribu, kalau per kemasan 5 kg sekitar Rp85 ribu. Sedangkan, disini Rp85 ribu sudah dapat 3 item yaitu beras 5 kg, gula pasir dan minyak goreng. Kualitas berasnya juga bagus untuk stok selama puasa dan sahur bersama keluarga," tuturnya. (Peh)

Baca juga: Tiga Tahun Terakhir Angka TBC di Kudus Meningkat Signifikan

Baca juga: Melihat Tradisi Cuci Karpet Musala Jelang Ramadan di Pekalongan

Baca juga: "Leluconnya Itu Cerdas" Roy Marten Kenang Komunikasi Terakhir via WA WhatsApp dengan Polo Srimulat

Baca juga: Permudah Layanan Perizinan, Jateng Sediakan 33 Mal Pelayanan Publik

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved