Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Pemkab Semarang Gelontorkan Rp 74 Miliar untuk Atasi Inflasi Pada 2024

Pemerintah Kabupaten Semarang Semarang masih berupaya untuk menanggulangi naiknya harga bahan pokok masyarakat atau inflasi di wilayah Bumi Serasi.

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
CEK HARGA - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha berbincang dengan pedagang daging ayam di Pasar Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (8/3/2024). Kunjungannya dalam rangka memantau harga bahan pokok menjelang Ramadan sebagai evaluasi dan dasar pelaksanaan program pasar murah. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten Semarang (Pemkab) Semarang masih berupaya untuk menanggulangi naiknya harga bahan pokok masyarakat atau inflasi di wilayah Bumi Serasi.

Satu di antara yang disorot yaitu harga dan ketersediaan beras, terutama saat memasuki Ramadan dan Idulfitri 1445 H kali ini.

Baca juga: Ngesti Nugraha Bakal Bantu Pengembangan Desa Wisata Pakai APBD 2025 Kabupaten Semarang

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan bahwa pemerintah berencana menggelar pasar murah di setiap kecamatan di wilayah yang dipimpinnya.

Nantinya, akan digelar pasar sembako murah yang dijual di bawah harga pasar.

“Kami sediakan 19.182 paket (sembako) dengan anggaran kurang lebih Rp2,8 miliar,” kata Ngesti Nugraha seusai mengecek harga bahan pokok di Pasar Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (8/3/2024).

Sementara itu, yang saat ini sudah dilakukan yaitu operasi pasar dari Bulog Kabupaten Semarang.

Sepekan sekali, disalurkan 250 kilogram beras dengan harga lebih terjangkau di pasar-pasar.

“Namun diharapkan kuotanya ditambah agar semakin menekan harga agar tidak terus melonjak,” imbuh dia.

Ngesti menyebutkan, pihaknya juga sudah membentuk Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID).

Pemkab Semarang menganggarkan sebanyak Rp74 miliar untuk memfokuskan pada pengendalian inflasi selama 2024.

“Jadi untuk digunakan dalam kegiatan di dinas-dinas terkait termasuk penggunaan dana desa dalam rangka mendukung ketahanan pangan,” sambung dia.

Program penguatan ketahanan pangan juga menjadi fokus pemerintah dalam rangka memeringati HUT ke-503 Kabupaten Semarang.

Sebagai informasi, harga beras di Kabupaten Semarang masih berkisar antara Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogramnya untuk berbagai jenis.

Sementara itu, harga bahan pokok lain yang masih relatif tinggi yaitu telur ayam yang rata-rata dipatok Rp31 ribu per kilogram.

Selain itu, harga daging ayam broiler juga naik sejak beberapa hari terakhir mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang daging ayam di Pasar Bandarjo, Suprapti (59) mengatakan bahwa harga daging ayam kali ini merupakan yang tertinggi.

“Setiap hari naik terus, padahal normalnya itu Rp32 ribu.

Tahun-tahun sebelumnya misal menjelang Ramadan itu paling naiknya sampai Rp35 ribu, tidak semahal sekarang,” kata dia kepada Tribunjateng.com.

Baca juga: Ngesti Nugraha Sebut Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Semarang Bakal Dibantu APBD di 2025

Dia belum mengetahui penyebab naiknya harga daging ayam.

Menurut dia, pemicunya yaitu permintaan yang meningkat menjelang Ramadan.

“Kemungkinan karena permintaan banyak, banyak yang mengadakan hajatan dan lain-lainnya, sehingga dari produsennya harga sudah naik seperti ini,” imbuh dia.

Suprapti mengaku tidak mengalami berkurangnya jumlah pembeli dari kenaikan harga tersebut. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved