Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dinas Arsip Selamatkan 18 Naskah Kuno di Demak, Tersimpan pada Sejumlah Pesantren

Dinas Arsip menyelamatkan sejumlah naskah kuno di Demak dengan melakukan alih digital yang sebelumnya disimpan di pondok pesantren.

|
Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
istimewa
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak menyelamatkan sejumlah naskah kuno di Demak dengan melakukan alih digital. 

TRIBUNJATENG.COM - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Prov Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak menyelamatkan sejumlah naskah kuno di Demak dengan melakukan alih digital.

Selain alih media digital, penyelamatan oleh Tim Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak tersebut juga melakukan penelusuran di masyarakat, pendataan dan identifikasi naskah.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak, Agung Hidayanto, tim dari Demak telah melakukan penelusuran naskah kuno di beberapa pesantren.

Hasilnya, sekarang sudah terkumpul 18 naskah yang sudah siap untuk didata, diidentifikasi dan dialih media digital untuk penyelamatan informasinya.

“Naskah kuno mempunyai nilai yang sangat tinggi, sehingga pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyelamatkannya, baik fisik maupun informasinya untuk kemudian dapat didayagunakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Hasil penelusuran tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan pendataan, identifikasi dan alih media digital oleh tim dari Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada 6 sampai 8 Maret 2023.

Tim dari Arpus Provinsi Jawa Tengah terdiri dari tiga pustakawan yaitu A Budi Wahyono, Ipuk Wahyu Utami dan M Syaiful Alam.

Dari hasil pendataan dan identifikasi, terdapat 18 naskah dari empat pondok pesantren dan satu koleksi perorangan.

Pondok Pesantren tersebut antara lain Ponpes Addimyatiyah Dusun Bengkah Desa Wonosekar Kecamatan Karangawen sejumlah 10 eksemplar.

Ponpes Darul Ulum, Bulusari, Sayung satu eksemplar, Ponpes Al Ishlah Tembiring Demak 1 eksemplar, Ponpes Hidayaturrahman Desa Gebang Kecamatan Bonang 2 eksemplar, dan koleksi Gus Sholah yang beralamat di Desa Margolinduk, Bonang sejumlah 4 eksemplar.

Dilihat dari bahan dan keterangan penulisannya, sebagian besar kitab-kitab tersebut ditulis pada pertengahan sampai akhir abad ke-19.

“Sebagian besar bahannya dari kertas Eropa berwatermaks dan kertas daluwang, ini kemungkinan besar ditulis pertengahan abad ke-19, bahkan ada yang sangat jelas menyebut bahwa naskah tersebut selesai disalin pada tahun 1849 Masehi dan semuanya masih asli tulis tangan," tutur pustawan Dinas Arpus Jateng, Budi W, Sabtu (9/3/2024).

Dari 18 naskah tersebut, semuanya berisi teks-teks klasik tentang ajaran agama Islam.

Ada beberapa judul yang sudah sangat familier bagi kalangan pesantren, antara lain kitab Tafsir Jalalain, Kitab Ihya’ Ulumuddin, Kitab Fathul Mu’in, Kitab Bahjatul Ulum dan beberapa Mushaf Alquran.

Menurut Pustakawan dari Dinas Arpus Jateng lainnya, M. Syaiful Alam, ada salah satu mushaf yang mempunyai iluminasi atau hiasan halaman yang sangat bagus.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved