Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini Penetapan 1 Ramadan 2024

Kementerian Agama )Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1445 Hijriah Minggu (10 Maret 2024).

Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Rukyatul hilal di Mahad Aly TBS dalam penentuan awal Ramadan - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1445 Hijriah Minggu (10 Maret 2024). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1445 Hijriah Minggu (10 Maret 2024).

Dilansir dari laman resmi, sidang isbat akan berlangsung di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin menjelaskan, sidang isbat penetapan awal Ramadhan tahun ini akan digelar secara daring dan luring.

Baca juga: Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 2024 Digelar Besok, Ini Tahapannya

Baca juga: Muhammadiyah Usul Kemenag Tak Perlu Gelar Sidang Isbat untuk Hemat Anggaran

“Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” ujar Kamaruddin dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com pada 21 Februari 2024.

Tahapan sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2024 Pelaksanaan sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2024 Masehi akan dibagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama, akan dilakukan pemaparan posisi hilal awal Ramadan berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi. Pemaparan tersebut dilakukan oleh Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama mulai pukul 17.00 WIB.

Sesi ini terbuka untuk umum dan akan disiarkan secara live di channel Youtube Bimas Islam. Selanjutnya, tahap kedua akan digelar secara tertutup setelah shalat maghrib, dengan agenda sidang isbat penetapan awal Ramadan 1445 Hijriah.

Selain data hisab, sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatulhilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 134 lokasi di seluruh Indonesia.

Tahap ketiga atau terakhir, Kemenag akan melakukan pengumuman melalui konferensi pers hasil sidang isbat yang menetapkan jatuhnya awal Ramadhan 2024. Hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan ini juga akan disiarkan melalui media sosial Kemenag.

Dituliskan, sidang isbat akan melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, serta dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam. Sidang juga akan melibatkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan lainnya. "Kami juga mengundang pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI untuk hadir dalam sidang," pungkas Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Adib.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyarankan agar Kementerian Agama RI tak lagi menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1445 Hijriyah.

Sebab, menurut Abdul, pemerintah sudah menyepakati kriteria bulan baru Hijriyah bersama Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) dengan kriteria tinggi posisi bulan 3 derajat di atas ufuk dan sudut elongasi di atas 6,4 derajat. 

Sedangkan dari perhitungan astronomi, sudah diprediksi bahwa saat sidang isbat 10 Maret posisi bulan berada di bawah kriteria MABIMS. "Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS dimana salah satu syarat adalah posisi hilal 3 derajat di atas ufuk. Pada saat awal Ramadan (10 Maret), posisi hilal di bawah 1 derajat," katanya kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (8/3/2024). 

Ia juga mengatakan, sidang isbat penentuan hari raya Idul Fitri juga tak diperlukan karena sudah terhitung ketinggian bulan di akhir Ramadhan 1445 H mencapai 6 derajat sehingga memenuhi kriteria MABIMS. 

"Pada saat akhir Ramadan posisi jauh di atas 6 derajat," imbuh Abdul.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved