Berita Semarang
Daftar Kecamatan di Semarang Terdampak Banjir, Ini Alasan Warga Ogah Mengungsi
Kecamatan yang terendam banjir meliputi Kecamatan Pedurungan, Genuk, Gayamsari, Semarang Barat, Semarang Utara, Ngaliyan dan Tugu
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan ribu warga Kota Semarang terdampak banjir di tujuh kecamatan.
Kecamatan yang terendam banjir meliputi Kecamatan Pedurungan, Genuk, Gayamsari, Semarang Barat, Semarang Utara, Ngaliyan dan Tugu.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, jumlah warga terdampak banjir cukup banyak.
Di Kelurahan Muktiharjo Kidul, laporan lurah setempat kepada wali kota ada 35 ribu jiwa yang terdamlak. Kemudian, di Tanbakrejo ada sekitar 3.500 jiwa.
Baca juga: Banjir di Jateng Merata, di Semarang Saja 17 Titik, Ini Data Polda
Baca juga: Selebgram, Putri Kebudayaan hingga Mantan Pramugari Dikelola Muncikari Ini, Bayaran Menggiurkan
"Hampir seluruhnya di wilayah Tambakrejo terjadi genangan, dan sawah besar, kelurahan kaligawe, kekurahan gayamsari," sebut Ita, sapaannya, di sela-sela tinjauan banjir, Kamis (14/3/2024).
Ita menyebut, Pemerintah Kota Semarang masih terus menginventarisir jumlah warga terdampak banjir.
Warga terdampak paling banyak berada di Kecamatan Gayamsari, Pedurungan, dan Muktiharjo Kidul, Bangetayu, dab Trimulyo.
Namun demikian, jumlah orang yang mengungsi memang tidak begitu banyak.
Warga biasanya merasa berat meninggalkan rumah mereka.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang berupaya memenuhi kebutuhan logistik berupa sembako dan makanan siap saji untuk warga terdampak.
"Tentunya kita berharap bisa segera turun, surut airnya. BKT airnya mulai surut. Upaya semua sudah kita lakukan, pompa sudah berjalan, tambah pompa portable, tapi memang bersamaan," tambahnya.
Sementara itu, Camat Gayamsari, Eko Yuniarto mengungkapkan seluruh kelurahan di Kecamatan Gayamsari terendam pada Rabu malam.
Namun, Kamis Pagi, banjit mulai berkurang dan masih lima kelurahan yang terendam.
Sebanyak 2.100 rumah terendam di Kelurahan Sawah Besar. Sebanyak 2.800 KK yang terdampak dari 2.100 rumah.
Kelurahan Kaligawe ada 3.000 KK dari 2.800 rumah yang terendam. Sedangkan, di Gayamsari ada 50 KK terendam. Kemudian, ada 200 KK dari 175 rumah terendam di Kelurahan Siwalan. Terakhir, di Sambirejo, ada 350 KK dsri 230 rumah terendam banjir.
"Untuk pengungsian ada di Sawah Besar, di SMP 4 dan TK Pertiwi yang ada di wilayah sana. Tadi malam sempat meninggi, ada kekawatirandari warga, sehingga tadi malam sempat kita coba tambahkan meja, agar mereka tetap bisa bertahan, alhamdulillah pagi ini bisa surut, masih bertahan di pengungsian," paparnya.
Eko melanjutkan, bantuan logistik sudah dikirim berupa nasi bungkus. Pihaknya juga akan membuka dapur umum untuk membantu warga di kelurahan terdampak
Sementara, ketinggian air di Gayamsari beragam mulai 70 sentimeter gingga satu meter. Namun, beberapa wilayah sudah mulai surut dengan ketinggian antara 60 sentimeter hingga 70 sentimeter.
"Yang paling dalam ada di Jalan Tambakrejo dan Kaligawe Raya ini, sampai saat ini tidak diakses oleh kendaraan," tuturnya. (eyf)
| Eks Perwira Polda Jateng Minta Bebas atas Kasus Kematian Dosen Untag, Zainal Petir: Kok Enak Men! |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Harga Oli dan Onderdil Motor Naik hingga 30 Persen di Blora |
|
|---|
| Sungai Plumbon Semarang Bakal Diperlebar Jadi 25 Meter, BBWS Butuh Rp171 Miliar |
|
|---|
| Oknum Anggota DPRD Temanggung Mabuk dan Aniaya Perempuan di Karaoke, Kini Ditahan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 19 Mei 2026: Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Warga-bermain-air-di-Jalan-Kaligawe-Raya-Kamis-1432024.jpg)