Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pakar Lingkungan: Banjir Semarang Terus Parah, Pemkot Harus Ambil Langkah Fundamental

akar Lingkungan, Mila Karmila, menegaskan bahwa Pemkot Semarang perlu mengambil langkah fundamental dalam penanganannya.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TribunJateng.com/Iwan Arifianto
Warga menerabas banjir di kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (14/3/2024) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar Lingkungan Semarang, Mila Karmila menyebut Pemkot Semarang perlu mengambil langkah mendasar untuk mengatasi banjir Kota Semarang.

Sebab, langkah penangan banjir yang diambil Pemkot selama ini terbukti tidak mujarab. 

Bahkan, banjir besar Semarang semakin tahun kian parah. 

"Banjir Semarang malah jadi acara tahunan. Tidak ada perubahan. Maka perlu langkah fundamental," katanya, Kamis (14/3/2024).

Langka fundamental yang perlu diambil Pemkot, menurut Mila, yakni dengan membuat perencanaan tata ruang yang adaptif terhadap bencana. 

Semisal dari penempatan lokasi kawasan industri yang lebih  tepat. 

"Pembangunan di kawasan pesisir yang masif harus dihindari," tuturnya.

Menurutnya, perubahan tata ruang memang merupakan langkah jangka panjang. 

Namun, semisal tidak dilakukan jangan heran Semarang akan langganan banjir setiap tahunnya. 

"Kaligawe saja sekarang seperti laut. Masyarakat selalu yang kena  dampak," ucapnya.

Menurut data BPBD Kota Semarang, banjir merendam 30 Kelurahan di 6 Kecamatan. Dengan jumlah terdampak 45.575 KK dan 144.329 Jiwa.

Terpisah, Profesor Ilmu Kependudukan dan Lingkungan Saratri Wilonoyudho mengatakan, penanganan banjir Semarang tak cukup hanya mengandalkan pompa.

Sebab, buktinya banjir masih terjadi meskipun banyak pompa sudah terpasang.

Banjir Semarang perlu ditanggulangi dengan perombakan lingkungan hidup.

Langkah itu dilakukan dengan cara mempertahankan dan memperbaiki ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan.

Sayangnya, lanjut dia, jumlah taman di Semarang belum signifikan. Terlebih, soal manfaat taman sebagai daerah resapan air.

"Taman di Kota Semarang memang sudah bagus dan indah, hanya saja fungsi tamannya sebagai daerah resapannya harus diperbaiki," tuturnya.

Langkah kedua, kata dia, Pemkot perlu mempertahankan alur alami air yakni air akan mencari tempat rendah.

Tempat rendah bisa disalurkan ke drainase dan sungai.

Untuk sungai, Kota Semarang sudah semakin baik, hanya saja sungai kecil juga perlu diperhatikan.

"Gerakan kali atau sungai bersih perlu melibatkan masyarakat secara intensif dan masif terutama dari masyarakat di bantaran sungai," terangnya.

Selain daerah resapan dan alur jalan air, kata dia, potensi banjir rob juga harus diatasi, terutama penurunan muka tanah yang menjadi dampak dari pengambilan air tanah yang masif.

Menurut Saratri, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  dinilai sebagai solusi parsial, yang perlu dilakukan adalah penghentian pengambilan air muka tanah.

"Pemkot Semarang belum tegas ke situ. Padahal pengambilan air tanah secara berlebihan berperan juga dalam penyebab banjir," katanya.

Baca juga: Kekecewaan Warga Semarang: Caleg Ramai Datangi Kampung Saat Pemilu, Giliran Ada Banjir Malah Hilang

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved