Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

ITJEN Kemenag Bagikan Strategi Kelola Anggaran dan Optimalisasi Aset Kampus di UIN Walisongo

Inspektur III ITJEN Kemenag, Dr. Syafi’i, M.Ag., membagikan strategi penguatan anggaran pada sesi ketiga Sekolah Manajemen BLU

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Inspektur III ITJEN Kemenag, Dr. Syafi’i, M.Ag., membagikan strategi penguatan anggaran pada sesi ketiga Sekolah Manajemen BLU UIN Walisongo. Langkah ini diambil untuk memastikan aset negara dikelola secara maksimal agar kampus bisa bekerja lebih maksimal dan transparan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Inspektur III ITJEN Kemenag, Dr. Syafi’i, M.Ag., membagikan strategi penguatan anggaran pada sesi ketiga Sekolah Manajemen BLU UIN Walisongo.

Langkah ini diambil untuk memastikan aset negara dikelola secara maksimal agar kampus bisa bekerja lebih maksimal dan transparan.

Acara yang digelar di Ruang Teater Gedung Rektorat pada Selasa (12/05/2026) ini menghadirkan Dr. Syafi’i, M.Ag. sebagai narasumber.

Sesi diskusi kali ini dipandu oleh moderator Dr. Ratno Agriyanto (Kepala SPI) membahas bagaimana peran Inspektorat Jenderal (Itjen) dalam mengawal kampus-kampus yang sudah berstatus Badan Layanan Umum (BLU).

Dalam paparannya, Syafi’i menegaskan bahwa paradigma lama auditor sebagai “watchdog” atau anjing penjaga yang hanya sibuk mencari kesalahan orang lain sudah harus ditinggalkan.

Sekarang, Itjen Kemenag lebih berperan sebagai pendamping yang memberikan peringatan dini jika ada sesuatu yang kurang pas, sekaligus memberikan saran perbaikan yang nyata.

Transformasi ini sangat penting agar setiap satuan kerja di bawah Kementerian Agama, termasuk UIN Walisongo mendapatkan dukungan untuk mencapai target kinerjanya masing-masing.

“Audit bukan hanya mencari kesalahan, beranjak dari sekadar mencari kesalahan seperti watchdog, digeser menjadi pendorong satuan kerja untuk meningkatkan performa kinerja yang lebih baik,”.

Pergeseran peran ini mencakup tiga fungsi utama yang dijalankan oleh Itjen, yaitu early warning, consulting, dan assurance.

Melalui early warning, auditor memberikan peringatan dini atas risiko yang mungkin menghambat tujuan organisasi.

Sementara itu, fungsi consulting bertujuan memberikan nilai tambah melalui saran perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, sedangkan assurance memberikan keyakinan memadai bahwa organisasi berjalan sesuai aturan dan efisien.

Namun, Syafi’i juga mengingatkan bahwa fleksibilitas ini terutama pada satuan kerja BLU bukan berarti boleh bebas melanggar aturan demi mengejar target.

“Perlu digarisbawahi, ini bukan mendorong untuk melanggar peraturan, tapi untuk meningkatkan kinerja,” tambahnya dengan tegas.

Fokus pada Akuntabilitas Anggaran dan Aset Kampus

Bagi kampus yang berstatus BLU, pengawasan keuangan menjadi sangat penting, karena adanya fleksibilitas dalam pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved