Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Warga Antusias Ikuti Gerakan Pangan Murah Saat Ramadan di Semarang

GPM oleh TPID ini digelar kedua kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 8 Maret 2024 lalu

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
Tribunjateng/Idayatul Rohimah
Suasana Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kelurahan Pekunden, Semarang, Jumat (15/3/2024). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga beramai-ramai mengantre untuk membeli beras dan berbagai bahan pangan lain yang masuk dalam kategori Bapokting (barang kebutuhan pokok dan barang penting) di halaman Kelurahan Pekunden, Semarang, Jumat (15/3/2024).

Bahan pokok disediakan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah.

Tampak pada kegiatan tersebut, warga terus berdatangan sejak pukul 08.00 sampai sekitar pukul 11.00 WIB. Sebagian besar dari warga yang datang tersebut tampak mengantre di stand bahan pokok dan bahan pangan hortikultura cabai.

Satu di antara warga yang datang, Rukayah (54) warga Pekunden Barat yang tampak tengah membeli telur sebanyak 1Kg mengaku sengaja datang untuk mencari bahan pokok dengan harga miring.

"Setiap hari buat masak, saya butuh telur kira-kira 1 Kg untuk dua hari karena anggota keluarga ada enam orang ditambah dua cucu. Di pasar biasanya harga telur (ayam ras) yang biasa Rp 31.000/Kg. Ini kebetulan Rp 31.000 saya dapat telur omega, cucu lebih suka. Kalau yang biasa harganya lebih murah, Rp 28.000/Kg," kata Rukayah.

Menurutnya, selain telur, harga beberapa bahan pokok lain di pasaran saat ini juga masih tinggi. Seperti beras, ia mengaku biasa membeli beras kualitas premium seharga Rp 18.000/Kg.

Ia pun berupaya menyiasati tingginya harga itu dengan membeli beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk dicampurkan dengan beras yang biasa ia beli.

"Sejak sebelum ramadan, harga (kebutuhan pokok) melambung. Untuk beras, saya biasa beli yang premium Rp 18.000/Kg. 

Pas harga tinggi begini saya terkadang beli yang SPHP untuk dicampur. Biasanya saya campur 4 mug beras yang biasa saya beli dengan 3 mug beras itu (SPHP)," sebutnya.

Warga lain, Nur Afif (48) datang untuk membeli beras. Menurutnya, membeli beras melalui GPM menjadi pilihannya di tengah harga kebutuhan pokok yang melonjak.

"Harga di luar mahal banget. Ini lebih terjangkau," ungkapnya.

Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jawa Tengah ini dilakukan serentak di lima kabupaten/kota. Kelima kabupaten/kota itu yakni Kota Semarang, Kota Surakarta, Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Kota Cilacap, sebagai respon atas perkembangan harga komoditas tersebut yang meningkat menjelang Ramadan.

GPM oleh TPID ini digelar kedua kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 8 Maret 2024 lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, pada gelaran sebelumnya, beras digelontorkan yakni sebanyak 24 ton.

Adapun pada penyelenggaraan kedua ini beras digulirkan sebanyak 33 ton.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved