Berita Jepara
Nelayan Karimunjawa Terpaksa Tak Berlayar Akibat Cuaca Ekstrim, Stok Makanan Menipis
Akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi terpaksa puluhan nelayan Karimunjawa belum bisa kembali pulang ke rumah
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi terpaksa puluhan nelayan Karimunjawa belum bisa kembali pulang ke rumah.
Nampak sekitar 30 kapal nelayan Karimunjawa, yang saat ini masih bersandar di Sungai Ngeluh dan Sungai Ngarengan, sekitar Pantai Bayuran, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang.
Satu diantara nelayan Karimunjawa, Rizal menyampaikan bahwa tidak hanyan nelaya Karimun saja memilih bersandar, namun banyak juga nelayan daerah lain.
Baca juga: Setelah Direnovasi Standar Internasional, Kapasitas Stadion Jatidiri Menyusut Jadi 18 Ribu Penonton
Baca juga: 3 Alasan Teh Sebaiknya Dihindari sebagai Minuman saat Buka Puasa dan Sahur
“Kami ada sekitar 60 nelayan Karimunjawa bersama nelayan dari Kabupaten Tegal, yang masih bersandar di Bayuran, karena gelombang tinggi,” kata Rizal kepada Tribunjateng, Sabtu (16/3/2024).
Diketahui bahwa puluh nelayan yang tidak melaut dan memilih bersandar sudah sejak seminggu mereka tidak bisa kembali ke Karimunjawa.
Dia mengatakan bahwa saat ini persedian pasokan makanan mereka sudah habis.
“Sudah habis bekal persediaan makanan. Mudah-mudahan ada bantuan.” ucapnya.
Ia menjelaskan meskipun ketika berangkat melaut mereka sudah mengetahui bahwa cuaca saat ini buruk, namun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari tetap berlayar.
Akan tetapi melihat kondisi semakin tidak baik, dirinya lebih memilih bersandar.
“Untuk memenuhi kebutuhan makan, Terpaksa kami berutang di warung,” katanya.
Para nelayan ini berharap ada bantuan makanan, lantaran jika dipaksanakan untuk kembali ke Karimunjawa, akan sangat berbahaya bagi mereka. (Ito)
| Menilik Sentra Wisata di Tanjung Lereng Muria Jepara, Dari Wisata Alam ke Pengolahan Gula Aren |
|
|---|
| Nasib Ponpes Al Anwar Jepara: Abi Jamroh Dipecat dan Yayasan Dilarang Terima Santri Baru |
|
|---|
| Profil Kiai Abi Jamroh, Aksi Pencabulan Selalu Ia Dilakukan di Lokasi dan Waktu yang Sama |
|
|---|
| Deklarasi Ponpes Pendidikan Aman Bagi Anak Digalakkan Buntut Kasus Pencabulan Santriwati Jepara |
|
|---|
| Identitas Abi Jamroh, Dulu Pedagang Kerupuk Kini Jadi Kiai yang Cabuli Santriwati di Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kapal-bersandar-di-Pelabuhan-Ujungbatu-Kabupaten-Jepara.jpg)