Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ngabuburit Sembari Baca Buku di Microlibrary Warak Kayu Semarang, Jadi Jujugan Anak Muda

al tersebut juga dilakukan oleh sejumlah anak muda di Kota Semarang, yang berkunjung ke Microlibrary Warak Kayu Semarang. Microlibrary Warak Kayu bah

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah pengunjung tengah menghabiskan waktu dengan membaca buku di perpustakaan berdesain unik Microlibrary Warak Kayu Semarang, Sabtu (23/3/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menunggu waktu berbuka dengan membaca buku tentunya lebih mengasyikkan.

Apalagi lokasi membaca buku berdesain unik, sejum dan sangat Instagramable, pastinya bakal menbaut betah semua orang.

Hal tersebut juga dilakukan oleh sejumlah anak muda di Kota Semarang, yang berkunjung ke Microlibrary Warak Kayu Semarang.

Microlibrary Warak Kayu bahkan didatangi sejumlah anak muda untuk ngabuburit dengan cara berbeda.

Keunikan Microlibrary Warak Kayu pun jadi magnet tersendiri bagi kaum milenial untuk didatangi sembari menunggu waktu berbuka puasa.


Microlibrary Warak Kayu sendiri bukan sekedar perpustakaan biasa, tempat tersebut merupakan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan memberikan pengalaman edukasi yang tak terlupakan bagi pengunjungnya.


Microlibrary Warak Kayu juga menjadi perpustakaan ramah lingkungan pertama di Kota Semarang.


Perpustakaan estetik yang dipadati anak muda menunggu waktu berbuka itu terletak Jalan Dr Soetomo, Barusari Semarang Selatan. 


Sembari menunggu jam berbuka, pengunjung dapat menambah wawasan melalui membaca, sambil menikmati desain bangunan yang unik dan menarik.


Adapun material kayu yang digunakan dalam pembangunan Microlibrary Warak Kayu telah bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC), yang memenuhi prinsip-prinsip hutan berkelanjutan.


Bangunan nyentrik perpustakaan tersebut terinspirasi dari rumah panggung tradisional, arsitektur Microlibrary Warak Kayu menonjolkan keaslian dan keindahan material kayu yang digunakan.


Desain fasad bangunan Microlibrary Warak Kayu dipengaruhi oleh pola wajik yang menyerupai sisik hewan mitologi ikonik Kota Semarang, Warak Ngendog. 

Hal ini memberikan sentuhan budaya lokal yang kental pada destinasi wisata ini.


Selain desain bangunan yang unik, keanekaragaman koleksi buku di Microlibrary Warak Kayu juga jadi magnet para pengunjung mengisi waktu menunggu berbuka. Tak hanya buku ilmiah hingga fiksi, perpustakaan ramah lingkungan pertama di Kota Semarang tersebut juga memiliki koleksi buku langka.

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved